LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI Tanggal 15 – 21 November 2013

I. HASIL PENGAMATAN

Visual 

Pada minggu ini tanggal 15 – 21 November 2013, keadaan cuaca cerah di sekitar G. Merapi umumnya pada pagi, sore dan malam hari. Siang hari cuaca cerah hanya terjadi sesaat. Sejak tanggal 19 November 2013 cuaca sering berkabut, cuaca cerah hanya sebentar pada pagi dan malam. Tanggal 19 dan 20 November 2013 cuaca berkabut sepanjang hari. Asap solfatara berwarna putih sedang hingga tebal, tekanan lemah. Tinggi asap maksimum 200 m condong ke Barat terukur dari Pos Babadan pukul 05:45  tanggal 16 November 2013. (lebih…)

Mbah Rono tidak Jabat Lagi Kepala PVMBG

suronoSelo Pak Surono atau yang akrab disebut Mbah Rono  secara mengejutkan menyampaikan tidak lagi menjabat sebagai Kepala PVMBG (Pusat Vulkanologi dan  Mitigasi Bencana Gunung). Kabar ini diterima oleh Mujianto pengelola radio komunitas MMC yang juga bergerak di pemberitaan seputar gunung merapi. (lebih…)

Merapi Aktif Normal, disarankan Pendaki sampai Pasar Bubrah

Hasil pantauan BPPTKG terhadap perkembangan merapi

Hasil pantauan BPPTKG terhadap perkembangan merapi

Yogyakarta . BPPTKG pada tanggal 31 Juli 2013 merilis hasil pantauan merapi selama kurun waktu 22 -28 Juli 2013, menurut pengamatan dari BPPTK bahwa secara viasul Pada minggu ini, cuaca cerah teramati pada pagi dan siang hari. Di pos-pos pengamatan, angin umumnya tenang. Asap solfatara dominan berwarna putih, tebal, tekanan lemah, tinggi maksimum 1.000 m condong ke arah Selatan teramati dari Pos Kaliurang pada tanggal 22 Juli 2013 pukul 06.10 WIB. Letusan vulkanian (hembusan asap kuat) terjadi pada tanggal 22 Juli 2013 pukul 04.15 – 04.49. Aktivitas tersebut tidak menyebabkan adanya perubahan morfologi di kawah G. Merapi. Lebih lanjut disampaikan dalam rilisnya Kronologi hembusan pada 21 Juli 2013 Pukul 21.12, terjadi tektonik lokal, kemudian pada 22 Juli 2013 Pukul 00.38, gempa VB. jam 04.14 terekaM VB. (lebih…)

Pantauan Puncak Merapi 30 Juli 2013

lubang kawah sisi barat laut, terlihat berbeda dengan hasil pantauan MMC bulan sebelumnya

lubang kawah sisi barat laut, terlihat berbeda dengan hasil pantauan MMC bulan sebelumnya

Selo. Mujianto pengelola radio komunitas MMC pada selasa kliwon 30 Juli 2013 kembali melakukan pemantauan langsung ke puncak merapi. Pantauan ini dilakukan setelah beberapa hari terakhir terjadi letupan di merapi yang juga berdampak pada kondisi kenyamanan warga merapi melihat pemberitaan di berbagai media. Muji mulai naik merapi pada tengah malam dan langsung menuju puncak. berikut ini adalah foto foto yang didapat selama melakukan perjalanan ke puncak merapi.

Gambar diatas oleh tim MMC kemudian dikomunikasikan dengan Kepala PVMBG Surono melalui SMS, “Hasil pengamatan ini kami sampaikan kepada mbah rono dan kemudian kami sampaikan hasil telaahnya kepada masyarakat” terang Muji. Muji berharap dengan informasi ini masyarakat bisa semakin siaga dan waspada. Menurut Pak Surono melihat perkembanan letupan akhir ini  mengatakan bahwa memang merapi sangat kay SO2 .

Lubang sisi timur, hembusan tanggal 2 juli 2013

Lubang sisi timur, hembusan tanggal 2 juli 2013

” Saat dulu saya minta mundurkan pengungsi ke radius 20KM  karena SO2 merapi naik sampai Kilo ton per hari” terang mbah rono.  Lebih lanjut mbah rono menegaskan bahwa bau belerang yang ada itu sangat wajar, ” Semoga keluar asap putih terbal terus seperti itu sehingga tidak ada tekanan tertimbun dan langsung lepas” tegas kepala PVMBG kepada MMC. Kepada masyarakat merapi mbah rono mengingatkan masyarakat untuk selalu siaga dan waspada.  SMS MMC

Ketebalan abu di kepundan merapi pasca letupan 22 juli 2013

Ketebalan abu di kepundan merapi pasca letupan 22 juli 2013

Kawah Merapi posisi barat laut terlihat kubangan makin melebar pasca letupan

Kawah Merapi posisi barat laut terlihat kubangan makin melebar pasca letupan

Lubang di kawah merapi sisi timur yang masih mengepulkan asap

Lubang di kawah merapi sisi timur yang masih mengepulkan asap

AKTIVITAS GUNUNG MERAPI

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI TANGGAL 15 – 22 Juli 2013


Visual

 Pada minggu ini, cuaca teramati cerah pada pagi sampai siang hari. Hujan sesekali terjadi namun tidak merata, angin bertiup tenang. Suhu di sekitar berkisar antara 13-30 0C. Pada tanggal 22 Juli 2013 pukul 04.15 teramati hembusan asap kuat berwarna coklat kehitaman dengan tinggi asap mencapai 1.000 m diamati dari Pos Selo, disertai suara gemuruh yang terdengar dari sekitar G. Merapi pada radius 6-7 km. Kejadian tersebut menyebabkan terjadinya hujan abu vulkanik dan pasir ke sektor Tenggara, Selatan, dan Barat Daya. Gambar 1 menunjukan kejadian setelah terjadi hembusan yang membawa material berupa abu dan pasir teramati dari Dusun Stabelan Desa Tlogolele pada tanggal 22 Juli 2013 pukul 06.30 WIB.

Gambar 1. Kondisi Puncak G. Merapi Paska hembusan asap 22 Juli 2013 Dusun Stabelan, Desa Tlogolele.
 
  Pada tanggal 15 – 22 Juli 2013 (Pukul 08.00 WIB), kegempaan di G. Merapi tercatat gempa VB sebanyak 10 kali, MP 27 kali, LHF 87 kali, guguran 66 kali dan gempa Tektonik 7 kali. Kegempaan minggu sebelumnya yaitu gempa VB 1 kali, MP 5 kali, guguran 15 kali dan LHF tidak terjadi. Terjadi peningkatan jumlah gempa-gempa dangkal seperti VB, MP, LHF dalam minggu ini. Peningkatan gempa-gempa dangkal ini diduga sebagai penyebab terjadinya hembusan asap yang terjadi pada Senin, 22 Juli 2013. Karena hanya gempa-gempa dangkal saja yang meningkat, kemungkinan hembusan tersebut sebagai aktivitas vulkanik permukaan. Gambar 2 menunjukkan statistik kegempaan selama Januari hingga Juli 2013. Kegempaan yang terjadi di G. Merapi meningkat terutama gempa VB dan LHF.
 
 Gambar 2. Statistik Kegempaan G. Merapi Bulan Januari  – Juli 2013

  Data pengukuran EDM (Electronic Distance Measurement) di G. Merapi tidak menunjukkan adanya perubahan yang signifikan. Data EDM di Pos Selo menunjukkan perubahan sebesar +1 mm, Pos Babadan sebesar -4 mm, Pos Jrakah sebesar -3 mm dan Pos Kaliurang sebesar +9 mm. Secara umum, perubahan jarak antara titik pengukuran EDM dan reflektor sebesar kurang dari 10 mm maka  deformasi G. Merapi masih dalam batas normal. Hasil deformasi ini menunjukkan tidak adanya akumulasi tekanan yang cukup besar hingga menimbulkan deformasi permukaan tubuh gunung. Hembusan asap yang terjadi hanya disebabkan akumulasi tekanan sesaat karena adanya pelepasan gas vulkanik. Hasil pengukuran EDM di Pos Selo, Jrakah, Babadan dan Kaliurang terlihat pada Gambar 3.

 

 
Gambar 3. Hasil pengukuran EDM Pos Kaliurang, Babadan,  dan Selo Bulan Januari 2012 –  Juli  2013

Pemantauan deformasi berdasarkan tiltmeter pada minggu ini juga tidak menunjukkan adanya perubahan kemiringan yang signifikan antara alat yang berada di daerah Plawangan (Gambar 4). Perubahan data tiltmeter pada sumbu x yang mengarah ke Barat-Timur sebesar  0 mikroradian sedangkan sumbu y yang mengarah ke Utara-Selatan sebesar -0.6 mikroradian. Data tiltmeter digital stasiun Labuhan, Klatakan, dan Pasarbubar juga tidak menunjukkan adanya perubahan kemiringan yang signifikan.

Gambar 4. Hasil pengukuran tiltmeter stasiun Plawangan Januari– Juni 2013, sumbu X: arah Barat-Timur dan sumbu Y: arah Utara-Selatan dari stasiun Plawangan.

  Di sekitar G. Merapi, hujan masih terjadi dengan intensitas yang kecil (Gerimis). Gambar 5 menunjukkan curah hujan di setiap Pos Pengamatan pada Bulan Januari  hingga Juni 2013.

Gambar 5. Curah hujan di setiap pos pengamatan pada bulan Januari 2012 – Juli  2013

 

Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental status aktivitas G. Merapi berada pada tingkat “Normal”.
III. SARAN
    1. Berdasarkan hasil pengamatan G. Merapi dinyatakan dalam status “Normal”
    2. Fenomena hembusan di G. Merapi merupakan fenomena yang sering terjadi paska letusan 2010, pendakian ke puncak G. Merapi direkomendasikan hingga Pasarbubar saja.
    3. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.


Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.


@BPPTKG