AKTIVITAS GUNUNG MERAPI

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI TANGGAL 8-14 Juli 2013


Visual 

  Cuaca teramati cerah pada pagi hari, kadang-kadang sore dan malam hari. Hujan masih terjadi walaupun intensitasnya tidak merata. Angin di pos-pos pengamatan pada umumnya berhembus tenang, perlahan, hingga sedang. Asap solfatara berwarna putih tipis hingga tebal, dominan putih tebal dengan tekanan lemah condong ke arah Barat Daya. Tinggi asap maksimum 300 m tercatat di Pos Selo dan Babadan pada tanggal 8 Juli 2013. Asap solfatara berwarna putih tebal dengan tinggi 200 m terekam di stasiun CCTV Deles pada tanggal 12 Juli 2013 pukul 08.00 WIB (Gambar 1). Dari gambar 1 terlihat juga morfologi puncak Merapi tidak mengalami perubahan.

 

 

Gambar 1. Menunjukkan asap solfatara berwarna putih tebal dengan tinggi 200 m terekam di stasiun CCTV Deles pada tanggal 12 Juli 2013 pukul 08.00 WIB dan morfologi Puncak Merapi tidak mengalami perubahan.
 
  Pada minggu ini, kegempaan yang terjadi di G. Merapi di dominasi oleh gempa guguran sebanyak 15 kali, diikuti gempa MP sebanyak MP 5 kali, tektonik 9 kali dan VB 1 kali. Berdasarkan intensitas kegempaan, gempa-gempa yang terjadi masih menunjukkan jumlah yang sangat kecil dan masih dalam batas normal. Gambar 2 menunjukkan statistik kegempaan selama Januari hingga Juni 2013.
 
 
 Gambar 2. Statistik Kegempaan G. Merapi Bulan Januari  – Juli 2013
 

 Data pengukuran EDM (Electronic Distance Measurement) di G. Merapi belum menunjukkan adanya perubahan baik inflasi maupun deflasi tetapi masih berfluktuasi dalam batas normal. Data EDM di Pos Selo bervariasi antara  + 2 mm hingga – 2 mm, Pos Babadan sebesar +6 mm hingga -3 mm,  dan Pos Kaliurang sebesar +11 mm hingga – 9 mm. Secara umum, perubahan jarak antara titik pengukuran EDM dan reflektor sebesar kurang dari 0,1 m maka  deformasi G. Merapi masih dalam ambang batas normal. Hasil pengukuran EDM di Pos Selo, Jrakah, Babadan dan Kaliurang terlihat pada Gambar 3.

 

 
 
Gambar 3. Hasil pengukuran EDM Pos Kaliurang, Babadan,  dan Selo Bulan Januari 2012 –  Juli  2013
 
 

    Data pemantauan deformasi dengan pengukuran menggunakan tiltmeter pada minggu ini juga belum menunjukkan adanya perubahan kemiringan yang signifikan antara alat yang berada di daerah Plawangan (Gambar 4). Perubahan data tiltmeter pada sumbu x yang mengarah ke Barat-Timur sebesar  -0,2 mikroradian sedangkan sumbu y yang mengarah ke Utara-Selatan sebesar -0,1 mikroradian.

 

Gambar 4. Hasil pengukuran tiltmeter stasiun Plawangan Januari– Juni 2013, sumbu X: arah Barat-Timur dan sumbu Y: arah Utara-Selatan dari stasiun Plawangan.

  Di sekitar G. Merapi, hujan masih terjadi. Intensitas curah hujan tercatat sebesar 40 mm/jam selama 75 menit di Pos Kaliurang pada 11 Juli 2013. Walaupun hujan masih terjadi, namun kejadian lahar tidak terjadi.

 
Gambar 5. Curah hujan di setiap pos pengamatan pada bulan Januari 2012 – Juli  2013
 
 

 

 
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental status aktivitas G. Merapi berada pada tingkat “Normal”.
 
III. SARAN
 
    1. Berdasarkan hasil pengamatan G. Merapi dinyatakan dalam status “Normal”
    2. Pada minggu ini tidak terjadi hembusan asap namun demikian hembusan bisa terjadi setiap saat. Oleh sebab itu masyarakat dihimbau untuk tidak terlalu dekat berada di bibir kawah G. Merapi.
    3. Mengingat hujan masih terjadi masyarakat perlu tetap waspada terhadap kemungkinan bahaya lahar.
    4. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.


Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.


@BPPTKG

Iklan

Gunung Merapi Normal

Curah hujan di setiap pos pengamatan pada bulan Januari 2012 – Juli  2013

Curah hujan di setiap pos pengamatan pada bulan Januari 2012 – Juli 2013

BPPTG sudah melaporkan aktifitas merapi antara tanggal 8 sama 14 Juli 2013. Dalam Laporannya disampaikan bahwa Cuaca teramati cerah pada pagi hari, kadang-kadang sore dan malam hari. Hujan masih terjadi walaupun intensitasnya tidak merata. Angin di pos-pos pengamatan pada umumnya berhembus tenang, perlahan, hingga sedang. Asap solfatara berwarna putih tipis hingga tebal, dominan putih tebal dengan tekanan lemah condong ke arah Barat Daya. Tinggi asap maksimum 300 m tercatat di Pos Selo dan Babadan pada tanggal 8 Juli 2013. Asap solfatara berwarna putih tebal dengan tinggi 200 m terekam di stasiun CCTV Deles pada tanggal 12 Juli 2013 pukul 08.00 WIB.

Pada minggu ini, kegempaan yang terjadi di G. Merapi di dominasi oleh gempa guguran sebanyak 15 kali, diikuti gempa MP sebanyak MP 5 kali, tektonik 9 kali dan VB 1 kali. Berdasarkan intensitas kegempaan, gempa-gempa yang terjadi masih menunjukkan jumlah yang sangat kecil dan masih dalam batas normal. Gambar 2 menunjukkan statistik kegempaan selama Januari hingga Juni 2013.

Data pengukuran EDM (Electronic Distance Measurement) di G. Merapi belum menunjukkan adanya perubahan baik inflasi maupun deflasi tetapi masih berfluktuasi dalam batas normal. Data EDM di Pos Selo bervariasi antara  + 2 mm hingga – 2 mm, Pos Babadan sebesar +6 mm hingga -3 mm,  dan Pos Kaliurang sebesar +11 mm hingga – 9 mm. Secara umum, perubahan jarak antara titik pengukuran EDM dan reflektor sebesar kurang dari 0,1 m maka  deformasi G. Merapi masih dalam ambang batas normal. Hasil pengukuran EDM di Pos Selo, Jrakah, Babadan dan Kaliurang terlihat pada Gambar 3.

Data pemantauan deformasi dengan pengukuran menggunakan tiltmeter pada minggu ini juga belum menunjukkan adanya perubahan kemiringan yang signifikan antara alat yang berada di daerah Plawangan (Gambar 4). Perubahan data tiltmeter pada sumbu x yang mengarah ke Barat-Timur sebesar  -0,2 mikroradian sedangkan sumbu y yang mengarah ke Utara-Selatan sebesar -0,1 mikroradian.

Sedangan di sekitar Gunung Merapi hujan masih terjadi dengan Intensitas curah hujan tercatat sebesar 40 mm/jam selama 75 menit di Pos Kaliurang pada 11 Juli 2013. Walaupun hujan masih terjadi, namun kejadian lahar tidak terjadi.

Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental status aktivitas G. Merapi berada pada tingkat “Normal”. Menurut BPPTG bahwa Pada minggu ini tidak terjadi hembusan asap namun demikian hembusan bisa terjadi setiap saat. Oleh sebab itu masyarakat dihimbau untuk tidak terlalu dekat berada di bibir kawah G. Merapi. Mengingat hujan masih terjadi masyarakat perlu tetap waspada terhadap kemungkinan bahaya lahar. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.

AKTIVITAS GUNUNG MERAPI

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI TANGGAL 1 – 7 JULI 2013


Visual

  Cuaca cerah terjadi pada pagi dan malam hari, sedangkan sore hari tertutup oleh kabut. Asap solfatara berwarna putih, tebal dengan tekanan lemah. Tinggi asap solfatara maksimum 175 m, diukur pada tanggal 7 Juli 2013 dari Pos Kaliurang pukul 08:15 WIB. Pada tanggal 6 Juli 2013 Pos Ngepos melaporkan terjadi hembusan berwarna putih tebal condong ke arah  Barat Daya pada pukul 08:03 WIB.
Gambar 1. Hembusan asap tanggal 6 Juli 2013 dari Pos PGM Kaliurang
 
   Kegempan yang terjadi pada minggu ini antara lain gempa guguran sebanyak 11 kali, MP 2 kali, tektonik 4 kali. Sedangkan gempa Vulkanik tidak terjadi. Hal ini menunjukkan aktivitas G. Merapi dalam keadaan tenang. Gambar 1 menunjukkan statistik kegempaan selama Januari  hingga Juli  2013
 
 Gambar 2. Statistik Kegempaan G. Merapi Bulan Januari 2012 – Juli 2013

  Pemantauan dengan metoda deformasi dilakukan dengan pengukuran EDM (Electronic Distance Measurement) berdasarkan perubahan jarak reflektor di puncak G. Merapi (R1, R2, R3, dan R4) terhadap titik tetap di Pos Babadan, Pos Kaliurang, Pos Jrakah dan Pos Selo. Hasil pengukuran EDM di Pos Kaliurang, Pos Babadan, dan Pos Selo disajikan pada Gambar 2.

 

 
Gambar 3. Hasil pengukuran EDM Pos Kaliurang, Babadan,  dan Selo Bulan Januari 2012 –  Juli  2013

Data tiltmeter dari stasiun Plawangan yang dilaporkan secara berkala, masih bervariasi dalam batas normal dan belum menunjukkan trend yang yang signifikan. Berdasarkan data deformasi, tidak ada indikasi aktivitas magmatisme di permukaan.

Gambar 4. Hasil pengukuran tiltmeter stasiun Plawangan Januari– Juni 2013, sumbu X: arah Barat-Timur dan sumbu Y: arah Utara-Selatan dari stasiun Plawangan.

   Hujan di sekitar G. Merapi masih terjadi dengan intensitas yang rendah (Gerimis) walaupun tidak merata. Data curah hujan di sekitar Pos Pengamatan G. Merapi pada Januari – Juli 2013 disajikan pada Gambar 4.

Gambar 5. Curah hujan di setiap pos pengamatan pada bulan Januari 2012 – Juli  2013

 

Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental status aktivitas G. Merapi berada pada tingkat “Normal”.
III. SARAN
    1. Berdasarkan hasil pengamatan G. Merapi dinyatakan dalam status “Normal”
    2. Fenomena hembusan yang terjadi di G. Merapi ini merupakan fenomena yang sering terjadi paska letusan 2010, masyarakat di himbau untuk lebih berhati-hati saat melakukan pendakian ke puncak G. Merapi. Disarankan pendakian hanya dilakukan sampai Pasar Bubar.
    3. Mengingat hujan masih terjadi masyarakat perlu tetap waspada terhadap kemungkinan bahaya lahar.
    4. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.


Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.


@BPPTKG

AKTIVITAS GUNUNG MERAPI

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI TANGGAL 24 – 30 JUNI 2013


Visual

  Cuaca di puncak Merapi teramati cerah pada pagi hari, sesekali siang dan malam hari kadang-kadang tampak. Angin di pos-pos pengamatan umumnya bertiup tenang. Asap solfatara berwarna putih, tipis hingga tebal dominan tebal, tekanan lemah. Tinggi asap maksimum 400 m, di ukur dari Pos Babadan pada tanggal 24 Juni 2013, jam 06:45 WIB dengan asap condong ke arah Timur. Pada minggu ini hembusan terjadi sebanyak 5 kali dengan ketinggian asap bervariasi 50 – 500 m. Hembusan asap berwarna putih kecoklatan, condong ke Timur teramati dari pos Babadan setinggi 500 m terjadi pada tanggal 24 Juni 2013, pukul 06:15- 07:08 WIB (Gambar 1).
 Gambar 1.  Hembusan  asap dengan tinggi 500 m terukur dari Pos Babadan 24 Juni 2013

 
   Kegempan yang terjadi pada minggu ini antara lain gempa guguran sebanyak 30 kali, MP 3 kali, tektonik 7 kali. Sedangkan gempa Vulkanik tidak terjadi. Hal ini menunjukkan aktivitas G. Merapi dalam keadaan tenang. Guguran lava yang terjadi berasal endapan material  lepas di lereng yang tidak stabil. Gambar 2 menunjukkan statistik kegempaan selama Januari  hingga Juni  2013
 
 Gambar 2. Statistik Kegempaan G. Merapi Bulan Januari 2012 – Juni 2013

   Pemantauan dengan metoda deformasi dilakukan dengan pengukuran EDM (Electronic Distance Measurement) berdasarkan perubahan jarak reflektor di puncak G. Merapi (R1, R2, R3, dan R4) terhadap titik tetap di Pos Babadan, Pos Kaliurang, Pos Jrakah dan Pos Selo. Hasil pengukuran EDM di Pos Kaliurang, Pos Babadan, dan Pos Selo disajikan pada Gambar 3.

 

 
Gambar 3. Hasil pengukuran EDM Pos Kaliurang, Babadan,  dan Selo Bulan Januari 2012 –  Juni  2013

Data tiltmeter dari stasiun Plawangan yang dilaporkan secara berkala, masih bervariasi dalam batas normal dan belum menunjukkan trend yang yang signifikan. Berdasarkan data deformasi, tidak ada indikasi aktivitas magmatisme di permukaan.

Gambar 4. Hasil pengukuran tiltmeter stasiun Plawangan Januari– Juni 2013, sumbu X: arah Barat-Timur dan sumbu Y: arah Utara-Selatan dari stasiun Plawangan.

    Hujan di sekitar G. Merapi masih terjadi dengan intensitas yang rendah walaupun tidak merata, beberapa pos mencatat kejadian hujan 2-3 hari dalam satu minggu ini. Intensitas curah hujan tertinggi sebesar 24 mm/jam selama 55 menit pada tanggal 29 Juni 2013 terjadi di Pos Ngepos. Intensitas Curah Hujan tersebut, belum mengakibatkan terjadinya lahar ataupun penambahan aliran air pada sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi. Data curah hujan di sekitar Pos Pengamatan G. Merapi pada Januari – Juni 2013 disajikan pada Gambar 5.

Gambar 5. Curah hujan di setiap pos pengamatan pada bulan Januari 2012 – Juni  2013

 

Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental status aktivitas G. Merapi berada pada tingkat “Normal”.
III. SARAN
    1. Mengingat curah hujan masih tinggi masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya lahar.
    2. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.


Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.


Sumber BPPTKG

AKTIVITAS GUNUNG MERAPI

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI TANGGAL 10 – 16 JUNI 2013


Visual

  G. Merapi tampak cerah umumnya terjadi pada pagi hari, sesekali sore atau malam. Pada minggu ini hujan masih terjadi enam kali dalam seminggu. Angin di sekitar Merapi umumnya tenang pada sore hari, sedang pagi hingga sore bervariasi perlahan hingga kencang terjadi pada Pos Babadan dan Solo. Asap solfatara umumnya berwarna putih, tebal dan tekanan lemah. Tinggi asap solfatara maksimum 500 m condong ke Timur pada pukul 14:50 diambil dari Pos Ngepos pada tanggal 14 Juni 2013. Pada minggu ini tercatat dua kali even hembusan terjadi di G. Merapi yaitu tanggal 10 Juni 2013 dan tanggal 14 Juni 2013. Tinggi hembusan pada tanggal 10 Juni 2013 yaitu 150 hingga 225 m, berwarna putih kecoklatan, berhembus dari Timur ke Barat. Tinggi hembusan pada tanggal 14 Juni 2013 yaitu 500 m (Gambar 1), berwarna putih kecoklatan, berhembus kearah Barat Daya membawa material berupa abu vulkanik yang sampai daerah Pandan Retno, Pucang Anom dan sekitar Muntilan.
 Gambar 1.  Gambar 1. Hembusan yang terjadi pada tanggal 14 Juni 2013 dengan ketinggan 500 m, Teramati dari Pos Ngepos.
 
 Secara umum kegempan yang terjadi pada minggu ini antara lain gempa guguran sebanyak 22 kali, MP 3 kali dan  tektonik 26 kali. Berdasarkan intensitas kegempaan,  gempa-gempa yang terjadi masih menunjukkan dalam batas normal. Kejadian hembusan gas yang  pada tanggal 14 Juni 2013  terekam pada stasiun seismic Pasarbubar, Puncak G. Merapi Gambar 2 menunjukkan statistik kegempaan selama Januari 2012 hingga Juni 2013.
 
 Gambar 2. Statistik Kegempaan G. Merapi Bulan Januari 2012 – Juni 2013

   Deformasi G. Merapi berdasarkan data pengukuran EDM (Electronic Distance Measurement) belum menunjukkan adanya inflasi tetapi masih berfluktuasi dalam batas normal. Pos Selo perubahan jarak pada minggu ini sebesar  -5 mm, Pos Jrakah – 2 mm, Pos Babadan -1 mm, Pos Kaliurang -4 mm perubahan jarak reflektor-reflektor ini masih dalam ambang batas normal (< 1 cm). Hasil pengukuran EDM di Pos Selo, Jrakah, Babadan dan Kaliurang terlihat pada gambar 3.

 
Gambar 3. Hasil pengukuran EDM Pos Kaliurang, Babadan,  dan Selo Bulan Januari 2012 –  Juni  2013

Data pemantauan deformasi dengan pengukuran menggunakan tiltmeter pada minggu ini juga belum menunjukkan adanya perubahan kemiringan yang signifikan antara alat yang berada di daerah Plawangan (Gambar 4). Perubahan data tiltmeter pada sumbu x yang mengarah ke Barat-Timur sebesar  0,3 mikroradian sedangkan sumbu y yang mengarah ke Utara-Selatan  sebesar -0,1 mikroradian.

Gambar 4. Hasil pengukuran tiltmeter stasiun Plawangan Januari 2012 – Juni  2013, sumbu X: arah Barat-Timur dan sumbu Y: arah Utara-Selatan dari stasiun Plawangan.

   Hujan masih terjadi dengan intensitas curah hujan tertinggi tercatat sebesar 34 mm/jam selama 85 menit terjadi di Pos Kaliurang pada 10 Juni 2013. Walaupun hujan masih terjadi, namun tidak menimbulkan adanya lahar di sungai yang berhulu di G. Merapi.  Gambar 5 menunjukkan curah hujan di setiap Pos Pengamatan pada Bulan Januari 2012 hingga Juni 2013.

Gambar 5. Curah hujan di setiap pos pengamatan pada bulan Januari 2012 – Juni  2013

 

Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental status aktivitas G. Merapi berada pada tingkat “Normal”.
III. SARAN
    1. Mengingat curah hujan masih tinggi masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya lahar.
    2. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.


Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.


@BPPTKG