AKTIVITAS GUNUNG MERAPI

Posted: 22 Juli 2013 by mujiantomerapi in Tak Berkategori
LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI TANGGAL 15 – 22 Juli 2013


Visual

 Pada minggu ini, cuaca teramati cerah pada pagi sampai siang hari. Hujan sesekali terjadi namun tidak merata, angin bertiup tenang. Suhu di sekitar berkisar antara 13-30 0C. Pada tanggal 22 Juli 2013 pukul 04.15 teramati hembusan asap kuat berwarna coklat kehitaman dengan tinggi asap mencapai 1.000 m diamati dari Pos Selo, disertai suara gemuruh yang terdengar dari sekitar G. Merapi pada radius 6-7 km. Kejadian tersebut menyebabkan terjadinya hujan abu vulkanik dan pasir ke sektor Tenggara, Selatan, dan Barat Daya. Gambar 1 menunjukan kejadian setelah terjadi hembusan yang membawa material berupa abu dan pasir teramati dari Dusun Stabelan Desa Tlogolele pada tanggal 22 Juli 2013 pukul 06.30 WIB.

Gambar 1. Kondisi Puncak G. Merapi Paska hembusan asap 22 Juli 2013 Dusun Stabelan, Desa Tlogolele.
 
  Pada tanggal 15 – 22 Juli 2013 (Pukul 08.00 WIB), kegempaan di G. Merapi tercatat gempa VB sebanyak 10 kali, MP 27 kali, LHF 87 kali, guguran 66 kali dan gempa Tektonik 7 kali. Kegempaan minggu sebelumnya yaitu gempa VB 1 kali, MP 5 kali, guguran 15 kali dan LHF tidak terjadi. Terjadi peningkatan jumlah gempa-gempa dangkal seperti VB, MP, LHF dalam minggu ini. Peningkatan gempa-gempa dangkal ini diduga sebagai penyebab terjadinya hembusan asap yang terjadi pada Senin, 22 Juli 2013. Karena hanya gempa-gempa dangkal saja yang meningkat, kemungkinan hembusan tersebut sebagai aktivitas vulkanik permukaan. Gambar 2 menunjukkan statistik kegempaan selama Januari hingga Juli 2013. Kegempaan yang terjadi di G. Merapi meningkat terutama gempa VB dan LHF.
 
 Gambar 2. Statistik Kegempaan G. Merapi Bulan Januari  – Juli 2013

  Data pengukuran EDM (Electronic Distance Measurement) di G. Merapi tidak menunjukkan adanya perubahan yang signifikan. Data EDM di Pos Selo menunjukkan perubahan sebesar +1 mm, Pos Babadan sebesar -4 mm, Pos Jrakah sebesar -3 mm dan Pos Kaliurang sebesar +9 mm. Secara umum, perubahan jarak antara titik pengukuran EDM dan reflektor sebesar kurang dari 10 mm maka  deformasi G. Merapi masih dalam batas normal. Hasil deformasi ini menunjukkan tidak adanya akumulasi tekanan yang cukup besar hingga menimbulkan deformasi permukaan tubuh gunung. Hembusan asap yang terjadi hanya disebabkan akumulasi tekanan sesaat karena adanya pelepasan gas vulkanik. Hasil pengukuran EDM di Pos Selo, Jrakah, Babadan dan Kaliurang terlihat pada Gambar 3.

 

 
Gambar 3. Hasil pengukuran EDM Pos Kaliurang, Babadan,  dan Selo Bulan Januari 2012 –  Juli  2013

Pemantauan deformasi berdasarkan tiltmeter pada minggu ini juga tidak menunjukkan adanya perubahan kemiringan yang signifikan antara alat yang berada di daerah Plawangan (Gambar 4). Perubahan data tiltmeter pada sumbu x yang mengarah ke Barat-Timur sebesar  0 mikroradian sedangkan sumbu y yang mengarah ke Utara-Selatan sebesar -0.6 mikroradian. Data tiltmeter digital stasiun Labuhan, Klatakan, dan Pasarbubar juga tidak menunjukkan adanya perubahan kemiringan yang signifikan.

Gambar 4. Hasil pengukuran tiltmeter stasiun Plawangan Januari– Juni 2013, sumbu X: arah Barat-Timur dan sumbu Y: arah Utara-Selatan dari stasiun Plawangan.

  Di sekitar G. Merapi, hujan masih terjadi dengan intensitas yang kecil (Gerimis). Gambar 5 menunjukkan curah hujan di setiap Pos Pengamatan pada Bulan Januari  hingga Juni 2013.

Gambar 5. Curah hujan di setiap pos pengamatan pada bulan Januari 2012 – Juli  2013

 

Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental status aktivitas G. Merapi berada pada tingkat “Normal”.
III. SARAN
    1. Berdasarkan hasil pengamatan G. Merapi dinyatakan dalam status “Normal”
    2. Fenomena hembusan di G. Merapi merupakan fenomena yang sering terjadi paska letusan 2010, pendakian ke puncak G. Merapi direkomendasikan hingga Pasarbubar saja.
    3. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.


Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.


@BPPTKG

AKTIVITAS GUNUNG MERAPI

Posted: 16 Juli 2013 by mujiantomerapi in Tak Berkategori
LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI TANGGAL 8-14 Juli 2013


Visual 

  Cuaca teramati cerah pada pagi hari, kadang-kadang sore dan malam hari. Hujan masih terjadi walaupun intensitasnya tidak merata. Angin di pos-pos pengamatan pada umumnya berhembus tenang, perlahan, hingga sedang. Asap solfatara berwarna putih tipis hingga tebal, dominan putih tebal dengan tekanan lemah condong ke arah Barat Daya. Tinggi asap maksimum 300 m tercatat di Pos Selo dan Babadan pada tanggal 8 Juli 2013. Asap solfatara berwarna putih tebal dengan tinggi 200 m terekam di stasiun CCTV Deles pada tanggal 12 Juli 2013 pukul 08.00 WIB (Gambar 1). Dari gambar 1 terlihat juga morfologi puncak Merapi tidak mengalami perubahan.

 

 

Gambar 1. Menunjukkan asap solfatara berwarna putih tebal dengan tinggi 200 m terekam di stasiun CCTV Deles pada tanggal 12 Juli 2013 pukul 08.00 WIB dan morfologi Puncak Merapi tidak mengalami perubahan.
 
  Pada minggu ini, kegempaan yang terjadi di G. Merapi di dominasi oleh gempa guguran sebanyak 15 kali, diikuti gempa MP sebanyak MP 5 kali, tektonik 9 kali dan VB 1 kali. Berdasarkan intensitas kegempaan, gempa-gempa yang terjadi masih menunjukkan jumlah yang sangat kecil dan masih dalam batas normal. Gambar 2 menunjukkan statistik kegempaan selama Januari hingga Juni 2013.
 
 
 Gambar 2. Statistik Kegempaan G. Merapi Bulan Januari  – Juli 2013
 

 Data pengukuran EDM (Electronic Distance Measurement) di G. Merapi belum menunjukkan adanya perubahan baik inflasi maupun deflasi tetapi masih berfluktuasi dalam batas normal. Data EDM di Pos Selo bervariasi antara  + 2 mm hingga – 2 mm, Pos Babadan sebesar +6 mm hingga -3 mm,  dan Pos Kaliurang sebesar +11 mm hingga – 9 mm. Secara umum, perubahan jarak antara titik pengukuran EDM dan reflektor sebesar kurang dari 0,1 m maka  deformasi G. Merapi masih dalam ambang batas normal. Hasil pengukuran EDM di Pos Selo, Jrakah, Babadan dan Kaliurang terlihat pada Gambar 3.

 

 
 
Gambar 3. Hasil pengukuran EDM Pos Kaliurang, Babadan,  dan Selo Bulan Januari 2012 –  Juli  2013
 
 

    Data pemantauan deformasi dengan pengukuran menggunakan tiltmeter pada minggu ini juga belum menunjukkan adanya perubahan kemiringan yang signifikan antara alat yang berada di daerah Plawangan (Gambar 4). Perubahan data tiltmeter pada sumbu x yang mengarah ke Barat-Timur sebesar  -0,2 mikroradian sedangkan sumbu y yang mengarah ke Utara-Selatan sebesar -0,1 mikroradian.

 

Gambar 4. Hasil pengukuran tiltmeter stasiun Plawangan Januari– Juni 2013, sumbu X: arah Barat-Timur dan sumbu Y: arah Utara-Selatan dari stasiun Plawangan.

  Di sekitar G. Merapi, hujan masih terjadi. Intensitas curah hujan tercatat sebesar 40 mm/jam selama 75 menit di Pos Kaliurang pada 11 Juli 2013. Walaupun hujan masih terjadi, namun kejadian lahar tidak terjadi.

 
Gambar 5. Curah hujan di setiap pos pengamatan pada bulan Januari 2012 – Juli  2013
 
 

 

 
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental status aktivitas G. Merapi berada pada tingkat “Normal”.
 
III. SARAN
 
    1. Berdasarkan hasil pengamatan G. Merapi dinyatakan dalam status “Normal”
    2. Pada minggu ini tidak terjadi hembusan asap namun demikian hembusan bisa terjadi setiap saat. Oleh sebab itu masyarakat dihimbau untuk tidak terlalu dekat berada di bibir kawah G. Merapi.
    3. Mengingat hujan masih terjadi masyarakat perlu tetap waspada terhadap kemungkinan bahaya lahar.
    4. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.


Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.


@BPPTKG

Curah hujan di setiap pos pengamatan pada bulan Januari 2012 – Juli  2013

Curah hujan di setiap pos pengamatan pada bulan Januari 2012 – Juli 2013

BPPTG sudah melaporkan aktifitas merapi antara tanggal 8 sama 14 Juli 2013. Dalam Laporannya disampaikan bahwa Cuaca teramati cerah pada pagi hari, kadang-kadang sore dan malam hari. Hujan masih terjadi walaupun intensitasnya tidak merata. Angin di pos-pos pengamatan pada umumnya berhembus tenang, perlahan, hingga sedang. Asap solfatara berwarna putih tipis hingga tebal, dominan putih tebal dengan tekanan lemah condong ke arah Barat Daya. Tinggi asap maksimum 300 m tercatat di Pos Selo dan Babadan pada tanggal 8 Juli 2013. Asap solfatara berwarna putih tebal dengan tinggi 200 m terekam di stasiun CCTV Deles pada tanggal 12 Juli 2013 pukul 08.00 WIB.

Pada minggu ini, kegempaan yang terjadi di G. Merapi di dominasi oleh gempa guguran sebanyak 15 kali, diikuti gempa MP sebanyak MP 5 kali, tektonik 9 kali dan VB 1 kali. Berdasarkan intensitas kegempaan, gempa-gempa yang terjadi masih menunjukkan jumlah yang sangat kecil dan masih dalam batas normal. Gambar 2 menunjukkan statistik kegempaan selama Januari hingga Juni 2013.

Data pengukuran EDM (Electronic Distance Measurement) di G. Merapi belum menunjukkan adanya perubahan baik inflasi maupun deflasi tetapi masih berfluktuasi dalam batas normal. Data EDM di Pos Selo bervariasi antara  + 2 mm hingga – 2 mm, Pos Babadan sebesar +6 mm hingga -3 mm,  dan Pos Kaliurang sebesar +11 mm hingga – 9 mm. Secara umum, perubahan jarak antara titik pengukuran EDM dan reflektor sebesar kurang dari 0,1 m maka  deformasi G. Merapi masih dalam ambang batas normal. Hasil pengukuran EDM di Pos Selo, Jrakah, Babadan dan Kaliurang terlihat pada Gambar 3.

Data pemantauan deformasi dengan pengukuran menggunakan tiltmeter pada minggu ini juga belum menunjukkan adanya perubahan kemiringan yang signifikan antara alat yang berada di daerah Plawangan (Gambar 4). Perubahan data tiltmeter pada sumbu x yang mengarah ke Barat-Timur sebesar  -0,2 mikroradian sedangkan sumbu y yang mengarah ke Utara-Selatan sebesar -0,1 mikroradian.

Sedangan di sekitar Gunung Merapi hujan masih terjadi dengan Intensitas curah hujan tercatat sebesar 40 mm/jam selama 75 menit di Pos Kaliurang pada 11 Juli 2013. Walaupun hujan masih terjadi, namun kejadian lahar tidak terjadi.

Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental status aktivitas G. Merapi berada pada tingkat “Normal”. Menurut BPPTG bahwa Pada minggu ini tidak terjadi hembusan asap namun demikian hembusan bisa terjadi setiap saat. Oleh sebab itu masyarakat dihimbau untuk tidak terlalu dekat berada di bibir kawah G. Merapi. Mengingat hujan masih terjadi masyarakat perlu tetap waspada terhadap kemungkinan bahaya lahar. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.

AKTIVITAS GUNUNG MERAPI

Posted: 9 Juli 2013 by mujiantomerapi in Tak Berkategori

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI TANGGAL 1 – 7 JULI 2013


Visual

  Cuaca cerah terjadi pada pagi dan malam hari, sedangkan sore hari tertutup oleh kabut. Asap solfatara berwarna putih, tebal dengan tekanan lemah. Tinggi asap solfatara maksimum 175 m, diukur pada tanggal 7 Juli 2013 dari Pos Kaliurang pukul 08:15 WIB. Pada tanggal 6 Juli 2013 Pos Ngepos melaporkan terjadi hembusan berwarna putih tebal condong ke arah  Barat Daya pada pukul 08:03 WIB.
Gambar 1. Hembusan asap tanggal 6 Juli 2013 dari Pos PGM Kaliurang
 
   Kegempan yang terjadi pada minggu ini antara lain gempa guguran sebanyak 11 kali, MP 2 kali, tektonik 4 kali. Sedangkan gempa Vulkanik tidak terjadi. Hal ini menunjukkan aktivitas G. Merapi dalam keadaan tenang. Gambar 1 menunjukkan statistik kegempaan selama Januari  hingga Juli  2013
 
 Gambar 2. Statistik Kegempaan G. Merapi Bulan Januari 2012 – Juli 2013

  Pemantauan dengan metoda deformasi dilakukan dengan pengukuran EDM (Electronic Distance Measurement) berdasarkan perubahan jarak reflektor di puncak G. Merapi (R1, R2, R3, dan R4) terhadap titik tetap di Pos Babadan, Pos Kaliurang, Pos Jrakah dan Pos Selo. Hasil pengukuran EDM di Pos Kaliurang, Pos Babadan, dan Pos Selo disajikan pada Gambar 2.

 

 
Gambar 3. Hasil pengukuran EDM Pos Kaliurang, Babadan,  dan Selo Bulan Januari 2012 –  Juli  2013

Data tiltmeter dari stasiun Plawangan yang dilaporkan secara berkala, masih bervariasi dalam batas normal dan belum menunjukkan trend yang yang signifikan. Berdasarkan data deformasi, tidak ada indikasi aktivitas magmatisme di permukaan.

Gambar 4. Hasil pengukuran tiltmeter stasiun Plawangan Januari– Juni 2013, sumbu X: arah Barat-Timur dan sumbu Y: arah Utara-Selatan dari stasiun Plawangan.

   Hujan di sekitar G. Merapi masih terjadi dengan intensitas yang rendah (Gerimis) walaupun tidak merata. Data curah hujan di sekitar Pos Pengamatan G. Merapi pada Januari – Juli 2013 disajikan pada Gambar 4.

Gambar 5. Curah hujan di setiap pos pengamatan pada bulan Januari 2012 – Juli  2013

 

Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental status aktivitas G. Merapi berada pada tingkat “Normal”.
III. SARAN
    1. Berdasarkan hasil pengamatan G. Merapi dinyatakan dalam status “Normal”
    2. Fenomena hembusan yang terjadi di G. Merapi ini merupakan fenomena yang sering terjadi paska letusan 2010, masyarakat di himbau untuk lebih berhati-hati saat melakukan pendakian ke puncak G. Merapi. Disarankan pendakian hanya dilakukan sampai Pasar Bubar.
    3. Mengingat hujan masih terjadi masyarakat perlu tetap waspada terhadap kemungkinan bahaya lahar.
    4. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.


Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.


@BPPTKG

AKTIVITAS GUNUNG MERAPI

Posted: 3 Juli 2013 by mujiantomerapi in Tak Berkategori

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI TANGGAL 24 – 30 JUNI 2013


Visual

  Cuaca di puncak Merapi teramati cerah pada pagi hari, sesekali siang dan malam hari kadang-kadang tampak. Angin di pos-pos pengamatan umumnya bertiup tenang. Asap solfatara berwarna putih, tipis hingga tebal dominan tebal, tekanan lemah. Tinggi asap maksimum 400 m, di ukur dari Pos Babadan pada tanggal 24 Juni 2013, jam 06:45 WIB dengan asap condong ke arah Timur. Pada minggu ini hembusan terjadi sebanyak 5 kali dengan ketinggian asap bervariasi 50 – 500 m. Hembusan asap berwarna putih kecoklatan, condong ke Timur teramati dari pos Babadan setinggi 500 m terjadi pada tanggal 24 Juni 2013, pukul 06:15- 07:08 WIB (Gambar 1).
 Gambar 1.  Hembusan  asap dengan tinggi 500 m terukur dari Pos Babadan 24 Juni 2013

 
   Kegempan yang terjadi pada minggu ini antara lain gempa guguran sebanyak 30 kali, MP 3 kali, tektonik 7 kali. Sedangkan gempa Vulkanik tidak terjadi. Hal ini menunjukkan aktivitas G. Merapi dalam keadaan tenang. Guguran lava yang terjadi berasal endapan material  lepas di lereng yang tidak stabil. Gambar 2 menunjukkan statistik kegempaan selama Januari  hingga Juni  2013
 
 Gambar 2. Statistik Kegempaan G. Merapi Bulan Januari 2012 – Juni 2013

   Pemantauan dengan metoda deformasi dilakukan dengan pengukuran EDM (Electronic Distance Measurement) berdasarkan perubahan jarak reflektor di puncak G. Merapi (R1, R2, R3, dan R4) terhadap titik tetap di Pos Babadan, Pos Kaliurang, Pos Jrakah dan Pos Selo. Hasil pengukuran EDM di Pos Kaliurang, Pos Babadan, dan Pos Selo disajikan pada Gambar 3.

 

 
Gambar 3. Hasil pengukuran EDM Pos Kaliurang, Babadan,  dan Selo Bulan Januari 2012 –  Juni  2013

Data tiltmeter dari stasiun Plawangan yang dilaporkan secara berkala, masih bervariasi dalam batas normal dan belum menunjukkan trend yang yang signifikan. Berdasarkan data deformasi, tidak ada indikasi aktivitas magmatisme di permukaan.

Gambar 4. Hasil pengukuran tiltmeter stasiun Plawangan Januari– Juni 2013, sumbu X: arah Barat-Timur dan sumbu Y: arah Utara-Selatan dari stasiun Plawangan.

    Hujan di sekitar G. Merapi masih terjadi dengan intensitas yang rendah walaupun tidak merata, beberapa pos mencatat kejadian hujan 2-3 hari dalam satu minggu ini. Intensitas curah hujan tertinggi sebesar 24 mm/jam selama 55 menit pada tanggal 29 Juni 2013 terjadi di Pos Ngepos. Intensitas Curah Hujan tersebut, belum mengakibatkan terjadinya lahar ataupun penambahan aliran air pada sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi. Data curah hujan di sekitar Pos Pengamatan G. Merapi pada Januari – Juni 2013 disajikan pada Gambar 5.

Gambar 5. Curah hujan di setiap pos pengamatan pada bulan Januari 2012 – Juni  2013

 

Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental status aktivitas G. Merapi berada pada tingkat “Normal”.
III. SARAN
    1. Mengingat curah hujan masih tinggi masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya lahar.
    2. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.


Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.


Sumber BPPTKG

AKTIVITAS GUNUNG MERAPI

Posted: 19 Juni 2013 by mujiantomerapi in Tak Berkategori
LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI TANGGAL 10 – 16 JUNI 2013


Visual

  G. Merapi tampak cerah umumnya terjadi pada pagi hari, sesekali sore atau malam. Pada minggu ini hujan masih terjadi enam kali dalam seminggu. Angin di sekitar Merapi umumnya tenang pada sore hari, sedang pagi hingga sore bervariasi perlahan hingga kencang terjadi pada Pos Babadan dan Solo. Asap solfatara umumnya berwarna putih, tebal dan tekanan lemah. Tinggi asap solfatara maksimum 500 m condong ke Timur pada pukul 14:50 diambil dari Pos Ngepos pada tanggal 14 Juni 2013. Pada minggu ini tercatat dua kali even hembusan terjadi di G. Merapi yaitu tanggal 10 Juni 2013 dan tanggal 14 Juni 2013. Tinggi hembusan pada tanggal 10 Juni 2013 yaitu 150 hingga 225 m, berwarna putih kecoklatan, berhembus dari Timur ke Barat. Tinggi hembusan pada tanggal 14 Juni 2013 yaitu 500 m (Gambar 1), berwarna putih kecoklatan, berhembus kearah Barat Daya membawa material berupa abu vulkanik yang sampai daerah Pandan Retno, Pucang Anom dan sekitar Muntilan.
 Gambar 1.  Gambar 1. Hembusan yang terjadi pada tanggal 14 Juni 2013 dengan ketinggan 500 m, Teramati dari Pos Ngepos.
 
 Secara umum kegempan yang terjadi pada minggu ini antara lain gempa guguran sebanyak 22 kali, MP 3 kali dan  tektonik 26 kali. Berdasarkan intensitas kegempaan,  gempa-gempa yang terjadi masih menunjukkan dalam batas normal. Kejadian hembusan gas yang  pada tanggal 14 Juni 2013  terekam pada stasiun seismic Pasarbubar, Puncak G. Merapi Gambar 2 menunjukkan statistik kegempaan selama Januari 2012 hingga Juni 2013.
 
 Gambar 2. Statistik Kegempaan G. Merapi Bulan Januari 2012 – Juni 2013

   Deformasi G. Merapi berdasarkan data pengukuran EDM (Electronic Distance Measurement) belum menunjukkan adanya inflasi tetapi masih berfluktuasi dalam batas normal. Pos Selo perubahan jarak pada minggu ini sebesar  -5 mm, Pos Jrakah – 2 mm, Pos Babadan -1 mm, Pos Kaliurang -4 mm perubahan jarak reflektor-reflektor ini masih dalam ambang batas normal (< 1 cm). Hasil pengukuran EDM di Pos Selo, Jrakah, Babadan dan Kaliurang terlihat pada gambar 3.

 
Gambar 3. Hasil pengukuran EDM Pos Kaliurang, Babadan,  dan Selo Bulan Januari 2012 –  Juni  2013

Data pemantauan deformasi dengan pengukuran menggunakan tiltmeter pada minggu ini juga belum menunjukkan adanya perubahan kemiringan yang signifikan antara alat yang berada di daerah Plawangan (Gambar 4). Perubahan data tiltmeter pada sumbu x yang mengarah ke Barat-Timur sebesar  0,3 mikroradian sedangkan sumbu y yang mengarah ke Utara-Selatan  sebesar -0,1 mikroradian.

Gambar 4. Hasil pengukuran tiltmeter stasiun Plawangan Januari 2012 – Juni  2013, sumbu X: arah Barat-Timur dan sumbu Y: arah Utara-Selatan dari stasiun Plawangan.

   Hujan masih terjadi dengan intensitas curah hujan tertinggi tercatat sebesar 34 mm/jam selama 85 menit terjadi di Pos Kaliurang pada 10 Juni 2013. Walaupun hujan masih terjadi, namun tidak menimbulkan adanya lahar di sungai yang berhulu di G. Merapi.  Gambar 5 menunjukkan curah hujan di setiap Pos Pengamatan pada Bulan Januari 2012 hingga Juni 2013.

Gambar 5. Curah hujan di setiap pos pengamatan pada bulan Januari 2012 – Juni  2013

 

Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental status aktivitas G. Merapi berada pada tingkat “Normal”.
III. SARAN
    1. Mengingat curah hujan masih tinggi masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya lahar.
    2. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.


Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.


@BPPTKG

AKTIVITAS GUNUNG MERAPI

Posted: 11 Juni 2013 by mujiantomerapi in Tak Berkategori
 3 – 9 JUNI 2013


Visual 

  Cuaca cerah pada minggu ini berlangsung pada pagi, siang, sore dan malam, tetapi pada pagi dan sore hari hanya termati sebentar. Kecuali pada tanggal 9 Juni 2013, cuaca cerah terlihat sore hari saja. Hujan masih sering terjadi, baik di puncak G. Merapi maupun pos-pos pengamatan. Asap solfatara pada umunya berwarna putih, sedang hingga tebal, dominan putih tebal. Tinggi asap maksimum 400 m condong ke Timur Laut diukur dari Pos Selo pada tanggal 3 Juni 2013 pukul 08:45 WIB.  Pengamatan di puncak G. Merapi pada tanggal 6 Juni 2013, terlihat di sektor Barat Laut kawah G. Merapi terdapat hembusan  dengan diameter 30 m. Suhu lubang hembuasan sebesar 620 0C, diukur  menggunakan alat kamera termal.

 

 Gambar 1.  Morfologi G. Merapi sektor  Barat Laut  yang memperlihatkan lubang hembusan dengan diameter 30 m (gambar A) Suhu pada lubang hembusan sebesar 620 °C (gambar B).
 
 Pada minggu ini, kegempaan G. Merapi mencatat adanya gempa VB sebanyak 1 kali, pada kondisi G. Merapi normal gempa VB ini jarang terjadi. Tercat gempa VB sebelunya terjadi pada tanggal 22 Mei 2013. Secara umum kegempan yang terjadi pada minggu ini antara lain gempa guguran sebanyak 17 kali, MP 5 kali dan  tektonik 10 kali. Berdasarkan intensitas kegempaan,  gempa-gempa yang terjadi masih menunjukkan dalam batas normal. Gambar 2 menunjukkan statistik kegempaan selama Januari 2012 hingga Mei 2013.
 
 
 Gambar 2. Statistik Kegempaan G. Merapi Bulan Januari 2012 – Mei 2013
 

    Deformasi G. Merapi berdasarkan data pengukuran EDM (Electronic Distance Measurement) belum menunjukkan adanya inflasi tetapi masih berfluktuasi dalam batas normal. Pos Selo perubahan jarak pada minggu ini sebesar  +2 mm, Pos Jrakah + 2 mm, Pos Babadan -5 mm, perubahan jarak reflektor-reflektor ini masih dalam ambang batas normal (< 1 cm). Hasil pengukuran EDM di Pos Selo, Jrakah, Babadan dan Kaliurang terlihat pada gambar 3. 

 
 
 
Gambar 3. Hasil pengukuran EDM Pos Kaliurang, Babadan,  dan Selo Bulan   Juli 2012 –  April  2013
 
 
    Data pemantauan deformasi dengan pengukuran menggunakan tiltmeter pada minggu ini juga belum menunjukkan adanya perubahan kemiringan yang signifikan antara alat yang berada di daerah Plawangan (Gambar 4). Perubahan data tiltmeter pada sumbu x yang mengarah ke Barat-Timur sebesar  –0,1 mikroradian sedangkan sumbu y yang mengarah ke Utara-Selatan  sebesar + 0,1 mikroradian.

 

Gambar 4. Hasil pengukuran tiltmeter stasiun Plawangan Januari 2012 – Juni 2013, sumbu X: arah Barat-Timur dan sumbu Y: arah Utara-Selatan dari stasiun Plawangan.

 Hujan masih terjadi dengan intensitas curah hujan tertinggi tercatat sebesar 33 mm/jam selama 80 menit terjadi di Pos Kaliurang pada 9 Juni 2013. Walaupun hujan masih terjadi, namun tidak menimbulkan adanya lahar di sungai yang berhulu di G. Merapi.  Gambar 5 menunjukkan curah hujan di setiap Pos Pengamatan pada Bulan Januari 2012 hungga Mei 2013.

 
Gambar 5. Curah hujan di setiap pos pengamatan pada bulan Januari 2012 – Juni  2013
 
 

 

 
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental status aktivitas G. Merapi berada pada tingkat “Normal”.
 
III. SARAN
 
    1. Mengingat curah hujan masih tinggi masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya lahar.
    2. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.


Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Sumber Kantor BPPTKG   Jl. Cendana 15 Yogyakarta – 55166