Posts Tagged ‘merapi’

suronoSelo Pak Surono atau yang akrab disebut Mbah Rono  secara mengejutkan menyampaikan tidak lagi menjabat sebagai Kepala PVMBG (Pusat Vulkanologi dan  Mitigasi Bencana Gunung). Kabar ini diterima oleh Mujianto pengelola radio komunitas MMC yang juga bergerak di pemberitaan seputar gunung merapi. (lebih…)

Hasil pantauan BPPTKG terhadap perkembangan merapi

Hasil pantauan BPPTKG terhadap perkembangan merapi

Yogyakarta . BPPTKG pada tanggal 31 Juli 2013 merilis hasil pantauan merapi selama kurun waktu 22 -28 Juli 2013, menurut pengamatan dari BPPTK bahwa secara viasul Pada minggu ini, cuaca cerah teramati pada pagi dan siang hari. Di pos-pos pengamatan, angin umumnya tenang. Asap solfatara dominan berwarna putih, tebal, tekanan lemah, tinggi maksimum 1.000 m condong ke arah Selatan teramati dari Pos Kaliurang pada tanggal 22 Juli 2013 pukul 06.10 WIB. Letusan vulkanian (hembusan asap kuat) terjadi pada tanggal 22 Juli 2013 pukul 04.15 – 04.49. Aktivitas tersebut tidak menyebabkan adanya perubahan morfologi di kawah G. Merapi. Lebih lanjut disampaikan dalam rilisnya Kronologi hembusan pada 21 Juli 2013 Pukul 21.12, terjadi tektonik lokal, kemudian pada 22 Juli 2013 Pukul 00.38, gempa VB. jam 04.14 terekaM VB. (lebih…)

Curah hujan di setiap pos pengamatan pada bulan Januari 2012 – Juli  2013

Curah hujan di setiap pos pengamatan pada bulan Januari 2012 – Juli 2013

BPPTG sudah melaporkan aktifitas merapi antara tanggal 8 sama 14 Juli 2013. Dalam Laporannya disampaikan bahwa Cuaca teramati cerah pada pagi hari, kadang-kadang sore dan malam hari. Hujan masih terjadi walaupun intensitasnya tidak merata. Angin di pos-pos pengamatan pada umumnya berhembus tenang, perlahan, hingga sedang. Asap solfatara berwarna putih tipis hingga tebal, dominan putih tebal dengan tekanan lemah condong ke arah Barat Daya. Tinggi asap maksimum 300 m tercatat di Pos Selo dan Babadan pada tanggal 8 Juli 2013. Asap solfatara berwarna putih tebal dengan tinggi 200 m terekam di stasiun CCTV Deles pada tanggal 12 Juli 2013 pukul 08.00 WIB.

Pada minggu ini, kegempaan yang terjadi di G. Merapi di dominasi oleh gempa guguran sebanyak 15 kali, diikuti gempa MP sebanyak MP 5 kali, tektonik 9 kali dan VB 1 kali. Berdasarkan intensitas kegempaan, gempa-gempa yang terjadi masih menunjukkan jumlah yang sangat kecil dan masih dalam batas normal. Gambar 2 menunjukkan statistik kegempaan selama Januari hingga Juni 2013.

Data pengukuran EDM (Electronic Distance Measurement) di G. Merapi belum menunjukkan adanya perubahan baik inflasi maupun deflasi tetapi masih berfluktuasi dalam batas normal. Data EDM di Pos Selo bervariasi antara  + 2 mm hingga – 2 mm, Pos Babadan sebesar +6 mm hingga -3 mm,  dan Pos Kaliurang sebesar +11 mm hingga – 9 mm. Secara umum, perubahan jarak antara titik pengukuran EDM dan reflektor sebesar kurang dari 0,1 m maka  deformasi G. Merapi masih dalam ambang batas normal. Hasil pengukuran EDM di Pos Selo, Jrakah, Babadan dan Kaliurang terlihat pada Gambar 3.

Data pemantauan deformasi dengan pengukuran menggunakan tiltmeter pada minggu ini juga belum menunjukkan adanya perubahan kemiringan yang signifikan antara alat yang berada di daerah Plawangan (Gambar 4). Perubahan data tiltmeter pada sumbu x yang mengarah ke Barat-Timur sebesar  -0,2 mikroradian sedangkan sumbu y yang mengarah ke Utara-Selatan sebesar -0,1 mikroradian.

Sedangan di sekitar Gunung Merapi hujan masih terjadi dengan Intensitas curah hujan tercatat sebesar 40 mm/jam selama 75 menit di Pos Kaliurang pada 11 Juli 2013. Walaupun hujan masih terjadi, namun kejadian lahar tidak terjadi.

Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental status aktivitas G. Merapi berada pada tingkat “Normal”. Menurut BPPTG bahwa Pada minggu ini tidak terjadi hembusan asap namun demikian hembusan bisa terjadi setiap saat. Oleh sebab itu masyarakat dihimbau untuk tidak terlalu dekat berada di bibir kawah G. Merapi. Mengingat hujan masih terjadi masyarakat perlu tetap waspada terhadap kemungkinan bahaya lahar. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.

Aksi Petani Tembakau Boyolali tolak PP 109 tahun 2013

Aksi Petani Tembakau Boyolali tolak PP 109 tahun 2013

Boyolali. Walaupun sudah berkali kali aksi tapi akhirnya RPP tembakau disahkan juga dan akhirnya lahirlah Peraturan Pemerintah (PP) No 109/2012 tentang Pengamanan Zat Adiktif berupa Tembakau. Hal inilah yang menyulut para petani dari 4 kecamatan (Selo,Cepogo, Musuk, Ampel) di kabupaten Boyolali kembali turun jalan.

Kedatangan petani dengan berbagai kendaraan ini sempat sedikit memacetkan jalan pandanaran. Ketika melihat baliho tentang kampanye anti rokok Massa aksi sempat emosi, Baliho bertuliskan ‘Raih Prestasi Tanpa Rokok, Rokok Pintu Masuk Narkoba Pembunuh Masa Depan’ itu dirobohkan.

Tak kurang dari 5000an masa memadati jalan di depan kantor Bupati Boyolali, dengan lantang mereka meneriakkan cabut PP 109. Mereka meminta kepada Bupati Seno Samodra dan DPRD untuk membantu memperjuangkan nasib petani tembakau. Setelah diterima audensi dengan Bupati, Tulus menjelaskan bahwa Bupati mendukung aspirasi petani tembakau Boyolali. “Hasil audiensi, Pak Bupati beserta DPRD mendukung aspirasi kami. Pak Bupati menjamin bahwa di Boyolali tidak akan dikeluarkan Perda tentang larangan merokok,” ujar Teguh

Tulus dari APTI Boyolali kepada wartawan mengatakan bahwa ribuan petani Boyolali menggantungkan hidupnya dari Tembakau. “Di Boyolali ini ada 15.000an petani yang menggantungkan hidupnya dari tembakau. Jika PP ini dilaksanakan, maka akan sangat merugikan dan bahkan mematikan perekonomian petani,” ungkap Tulus. Lebih lanjut Tulus berharap agar PP ini dibatalkan saja karena hanya menambah sengsara petani. MMC

Foto Page Di mana Berita Dimuat di Koran Kompas

Foto Page Di mana Berita Dimuat di Koran Kompas

Boyolali- Liputan Kompas,Kolom Nusantara,Hal.24 edisi Jumat,25 Januari 2013

Asap Merapi Keluar, warga sangka Awan Panas

Posted: 16 Juli 2012 by MMC in Merapi
Tag:

MMC Selo. Minggu sore sekitar pukul 18.00 puncak merapi terlihat ada kepulan asap yang cukup tebal, kondisi ini memunculkan pertanyaan dari warga selo yang menyangka merapi erupsi lagi. Beberapa telepon, sms bahkan lewat Facebook masuk ke MMC maupun para pengelola radio komunitas MMC. Salah satunya datang dari Sudadi yang kebetulan berada di Cepogo menanyakan terkait dengan kondisi merapi. “Apakah merapi erupsi lagi, ini beberapa warga yang melihat kepulan asap dari merapi pada panik” tanya sudadi kepada mmc. Bahkan tidak sedikit warga selo yang menyangka itu awan panas yang diakibatkan oleh aktifitas merapi. Salah satu reporter MMC, Mujianto malam itu juga segera melakukan koordinasi dengan pos pengamatan yang ada di selo.

Para pengelola MMC saat itu langsung koordinasi baik dengan Radio Komunitas di kabupaten magelang, Boyolali, Sleman dan Klaten serta BPPTK Yogyakarta untuk memastikan tentang kondisi merapi. Dari koordinasi yang dilakukan cepat tersebut memang diketahui bahwa hujan abu tipis terjadi di wilayah magelang di selo bagian barat sebagaimana yang disampaikan Bayu Sapta Nugraha reporter K FM Magelang melalui pesan pendeknya. “hujan abu tipis di semen Krinjing, Mangunsuko, Ngagotontro dikecamatan Dukun serta di Jurang Jero Srumbung” kata Bayu. Dari kondisi ini kemudian MMC mencoba mencari informasi terkait dengan hujan Abu yang terjadi di seputar merapi. Didapat keterangan dari Radio Komunikasi KOMPAG Merapi yang di dapat dari BPPTK Yogyakarta bahwa telah terjadi guguran selama tiga kali yakni jam 18.02 Wib, 18.04. wib dan 19.06 mengarah ke Lamat dan Senowo. Guguran inilah yang kemudaian mengakibatkan hujan abu di sekitar merapi. Setalah mendapat informasi ini kemudian Sunardi Reprter MMC segera menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui radio dengan harapan bahwa warga tidak menjadi panik. “kita segera informasikan ke warga supaya warga tidak panik” terang sunardi. Mengapa ada Guguran

Untuk memastikan guguran yang terjadi di Merapi, reporter MMC kemudian berhasil menghubungi staff BPPTK Yogyakarta yang akrab dipanggil Gus Kholik. Dalam keterangannya Gus Kholik membenarkan telah terjadi guguran di merapi. “Guguran diawali dengan kegempaan dalam tapi belum dianalisa apakah MP atau Vulkanik, Amplitudo dan durasi lebih besar di banding dengan guguran minggu kemarin” terang Gus Kholik. Namun gus kholik menambahkan bahwa kondisi saat ini status merapi belum naik dan masih aktif normal. Untuk mengetahui kondisi yang lebih rinci BPPTK akan membahas dalam rapat Mingguan yang akan di gelar siang ini. “untuk analisa lengkap akan kami sampaikan setelah rapat mingguan besok siang (hari ini.red)” kata Gus Kholik kepada MMC.

Untuk memberikan Informasi yang lengkap kepada warga merapi, MMC akan selalu berkoordinasi dengan Radio Komunitas yang tergabung dalam Jalin Merapi serta BPPTK. “Kami akan selalu koordinasi untuk memberikan informasi tentang merapi agar warga selalu tidak panik namun tetap waspada terhadap perkembangan merapi” kata Sunardi.
MMC