Posts Tagged ‘Add new tag’

Hasil pantauan BPPTKG terhadap perkembangan merapi

Hasil pantauan BPPTKG terhadap perkembangan merapi

Yogyakarta . BPPTKG pada tanggal 31 Juli 2013 merilis hasil pantauan merapi selama kurun waktu 22 -28 Juli 2013, menurut pengamatan dari BPPTK bahwa secara viasul Pada minggu ini, cuaca cerah teramati pada pagi dan siang hari. Di pos-pos pengamatan, angin umumnya tenang. Asap solfatara dominan berwarna putih, tebal, tekanan lemah, tinggi maksimum 1.000 m condong ke arah Selatan teramati dari Pos Kaliurang pada tanggal 22 Juli 2013 pukul 06.10 WIB. Letusan vulkanian (hembusan asap kuat) terjadi pada tanggal 22 Juli 2013 pukul 04.15 – 04.49. Aktivitas tersebut tidak menyebabkan adanya perubahan morfologi di kawah G. Merapi. Lebih lanjut disampaikan dalam rilisnya Kronologi hembusan pada 21 Juli 2013 Pukul 21.12, terjadi tektonik lokal, kemudian pada 22 Juli 2013 Pukul 00.38, gempa VB. jam 04.14 terekaM VB. (lebih…)

Kenduri Memetri Tuk Di SELO

Posted: 28 April 2008 by MMC in Pertanian
Tag:

Kesekian kalinya Kendurin Keselamatan untuk Memetri Tuk (Mata air) yang di lakukan oleh warga masyarakat Dukuh Kuncen Desa Samiran pada hari selasa 12 februari 2008. Sebagai ucapan rasa syukur untuk segala anugrah dari yang Maha Kuasa atas pemberian berupa sumber mata air yang terletak di Dukuh Kuncen Desa Samiran Kecamatan Selo. Kendurin ini sudah di lakukan berpuluh-puluh tahun lamanya yang merupakan warisan dari para sesepuh dan nenek moyang yang selalu diadakan setiap tahun di bulan Sapar.

Tradisi ini diawali dengan acara bersih-bersih di sekitar mata air dan lingkungan dukuh di mana ada 4 tuk/sumber mata air yang terletak di wilayah Dukuh Kuncen yaitu Tuk Dadap Eri, Tuk Setren, Tuk Pampung dan Tuk Tampah yang merupakan tuk/sumber mata air tabungan di musim kemarau apabila sedang dilanda kekeringan atau ketika tuk utama dari wilayah gunung Merbabu tidak mengalir. Sumber mata air ini dimanfaatkan oleh 4 kampung , Kuncen, Samiran,Gebyok dan Sidosari, tidak menutup kemungkinan dari wilayah Desa Surateleng pun memanfaatkanya ketika juga dilanda kekeringan meski harus menempuh jarak hampir satu setengah kilo meter atau hampir satu jam perjalaanan.

Kenduri dilakukan di dua tempat yaitu di rumah kepala Dukuh dan di pelataran dekat sumber mata air yang sudah disediakan warga masyarakat. Setiap warga membawa sebuah tumpeng yang dilengkapi ubo rampenya(perlengkap-red) lantas dibawa ke rumah kepala Dukuh. Kemudian sebagian warga melakukan kenduri yang berada di dekat sumber mata air dengan membawa satu buah tumpeng dan sesaji di 4 sumber mata air.

Tradisi ini sudah sangat akrab di tingkatan warga bahkan mereka menggunakan momen ini sebagai ajang untuk saling silaturohmi diantara sanak saudara. [Nrd][SB]

Di Awal Tahun 2008 ini curah hujan sangat tinggi dan terkadang hujan lebat bercampur angin. Hal ini sangat mempengaruhi tingkat pertanian warga masyarakat lereng Merapi Selo.

Bulan Maret ini banyak warga hanya pasrah, setelah berbagai usaha penyelamatan terhadap tanaman mereka dilakukan dirasa gagal. Ketika terjadi guyuran hujan lebat semua tanaman banyak yang rusak, banyak gulutan-gulutan tergerus air apalagi sayuran yang sudah mulai panen banyak juga yang busuk karena terkena air hujan yang berlebih.

Kondisi ini juga berbarengan dengan warga melakukan tanam tembakau. Dengan curah hujan yang tinggi para warga sangat kesulitan untuk melakukan tanam tembakau. Tembakau sendiri sedianya akan menjadi komoditas utama di bulan kemarau mendatang.

Masyarakat sedikit ‘tertolong’ dengan model tanam tumpang sari. Ketika tanaman yang satu gagal panen mungkin saja tanaman yang lainnya dapat dipanen sebagai pembantu pengganti biaya produksi mereka. [nrd][SB]