Archive for the ‘Sosial’ Category

MMC siaran lagi

Posted: 4 Januari 2012 by mujizatmerapi in Sosial

Hari ini Rabu pahing tgl 04-01-2012 radio MMC FM kembali lagi mengudara pada frekuensi 107.8 dari studio baru yang beralamat di Dukuh Kuncen Desa Samiran Kecamatan Selo Boyolali.

Kendati proses pembangunan studio belum rampung, namun kegiatan siaran sudah kembali di mulai dengan Kekuatan daya Pancar 50 Watt. Dari pantauan para awak MMC yang berkeliling menguji daya pancarnya, sebelah barat sudah terdengar sampai dukuh plalangan kelurahan lencoh, kemudian untuk arah tenggara bisa di dengar sampai dukuh Kopen, Desa Suroteleng, sedang ke arah timur menembus dukuh Candibaru Desa Genting Cepogo.

Sunardi Ketua BPPK MMC mengatakan bahwa kalau dalam awal tahun ini akan ada program kerjasama dengan SFCG (Search for Common Ground ) untuk kampanye penguatan peran perempuan.  ” Fungsi radio komunitas adalah penguatan komunitas, maka dengan informasi kita akan membantu pemerintah dalam mencerdaskan komunitas” papar sunardi.  Sambil menunggu studio jadi, siaran akan tetap di jalankan di rumah dengan waktu siar antara jam 12;00 wib sampai dengan pukul 22;00 wib.  Para pendengar bisa memberikan masukan ke MMC dengan sms ke nomor 085658192154. {MUJIE}

Warga Kedungombo Pertanyakan Relokasi Kantor Pemkab

Posted: 30 Desember 2011 by tatagrambat in Sosial
Tag:

Ratusan warga Kedungombo kemarin, Kamis 29 Desember 2011 melakukan aksi damai di depan kantor Pemkab Boyolali untuk mempertanyakan rencana relokasi kantor Kabupaten Boyolali yang rencananya akan menghabiskan anggaran sebesar 143 milyar rupiah.

Aksi damai diawali dengan membaca surat Yasin secara bersama sama, kemudian warga Kedungombo melanjutkan aksi damai mereka dengan menampilkan Aksi Pentas Wayang Kardus oleh dua orang dalang yang penuh dengan kritik sosial dan do’a. Dalam syair yang ditembangkan sang dalang, mereka berharap agar dijauhkan balak dari ibu bumi dan bapa angkasa.

Koordinator aksi, Arif Sahudi mengatakan kedatangan mereka ini hanya untuk meminta keterangan kepada Bupati secara langsung perihal rencana relokasi kantor Pemkab Boyolali. “Kita berharap bapak Bupati berkenan menjelaskan semua itu kepada warga Kedungombo yang sudah jauh jauh menempuh perjalanan ke Boyolali,”  ujar Arif yang duduk di barisan paling depan bersama dengan koordinator pendamping warga, Boyamin.

Namun keinginan warga untuk berdialog langsung dengan Kepala Daerah mereka pun pupus, karena hujan sudah mulai turun mengguyur kawasan kantor Pemkab dan belum ada tanda-tanda kehadiran Bupati Boyolali untuk menemui mereka. Akhirnya warga pun memilih untuk mengakhiri aksi damai ini dan beranjak pulang, “udan menika rejeki, lan mangga rejeki menika dipun beta wangsul,” ungkap Boyamin yang kemudian disambut warga dengan beranjak dari duduknya menuju kendaraan yang membawa mereka untuk kembali ke kampung halaman. <Farizky Rahman>

Forabi gelar Refleksi Akhir Tahun

Posted: 30 Desember 2011 by MMC in Kebudayaan, Politik, Sosial

Refleksi Akhir Tahun Forabi

MMC Boyolali Di penghujung tahun 2011, Forum Rakyat Boyolali (Forabi) menyelenggarakan refleksi akhir tahun yang mengambil tema “APBD untuk Siapa?” dengan pembicara Ketua DPRD Boyolali S Paryanto, Kepala Distanhubun Boyolali Wisnu, dan Puji dari PNPM MD Boyolali. Namun sebelum diskusi di gelar, para peserta di suguhi ontologi puisi seniman kondang Sosiawan Leak yang berkolaborasi dengan seniman Boyolali seperti Aslar, Siwil dan Paryadi. Puisi yang kaya dengan kritik sosial di barengi dengan guyonan hangat oleh para seniman membuat acara malam itu makin hangat.

Leak mengatakan bahwa dengan berkesenian kita memiliki media yang bebas berekspresi dan menyampaikan gagasan kepada masyarakat, “sekalipun saya mati, tetapi ide dan gagasan saya sudah menyebar kemana-mana melalui buku ini” tegas leak. Dia menambahkan bahwa hal ini dilakukan oleh pujangga kondang Ronggo Warsito ketika membuat syair tentang Jaman Edan, isi dari syair ini populer hingga sekarang.

Dalam sessi diskusi yang dimoderatori oleh Ribut Budi Santoso, banyak sekali kritik dan review tentang pelaksanaan pembangunan di Boyolali tahun 2011.  Banyak sekali program pembangunan prasarana fisik di boyolali seperti jalan dan jembatan yang sudah dibangun di tahun 2011 baik itu yang di danai APBD maupun dari PNPM. namun yang masih menjadi perbicangan hangat adalah soal penanggulangan kemiskinan. Salah satu peserta diskusi, Widodo menanyakan tentang seberapa jauh penanggulangan kemiskinan di Boyolali berjalan, “sudah berapa orang miskin yang terentaskan dari program program yang ada?'” tanya widodo. Namun sayang sampai akhir diskusi tidak dapat data yang pasti tentang angka pengentasan kemiskinan di Boyolali.

Perencanaan Partisipatif

Baik PNPM maupun ABPB dijelaskan oleh semua pembicara bahwa sudah di susun secara partisipatif, akan tetapi yang masih menjadi pertanyaan sejauhmana anggaran yang ada masih banyak yang tidak sesuai dengan kondisi kebutuhan masyarakat terutama warga miskin. kenyataan dilapangan menunjukan bahwa peningkatan kesejahteraan warga miskin masih jauh dari harapan padahal perencanaannya sudah dikatakan partisipatif, lalu apa yang salah dengan perencanaan itu sendiri. Sempat muncul istilah dalam diskusi bahwa “ASU GEDHE MENANG KERAHE” atau yang besar selalu memenangkan pertarungan dalam perencanaan. Ini sebuah kritik tentang bagaimana suaran si miskin dalam perencanaan selalu kalah dan tidak banyak terakomodir. rekomendasi untuk perencanaan pembangunan kedepan adalah bagaimana memastikan warga miskin menjadi prioritas baik dari proses dan manfaat.

(SUNARDI MMC)