AKTIVITAS GUNUNG MERAPI

AKTIVITAS GUNUNG MERAPI

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI TANGGAL 8 – 14 APRIL2013

Visual

 Cuaca cerah teramati pada pagi hari dalam waktu sebentar siang dan malam hari, dominan kabut dan mendung sesekali hujan disekitar G. Merapi. Angin bertiup ke segala arah, namun dominan  ke Timur. Suhu udara berkisar 17-31 0C. Asap solfatara berwarna putih tipis, sedang, hingga tebal dominan sedang, bertekanan lemah, dengan posisi tegak. Tinggi asap maksimum 600 m, tercatat pada tanggal 8 April 2013 pukul 09:00 WIB dari Pos Babadan dan Pos Selo jam 08.00 WIB  (Gambar 1).
Gambar 1.  Asap solfatara setinggi 600 meter diukur dari Pos Babadan pada tanggal 8 April 2013
Kegempaan yang tercatat pada minggu ini antara lain  gempa guguran sebanyak 35 kali, MP 5 Kali, tektonik 8 kali dan LHF 2 kali. Berdasarkan intensitas kegempaan, gempa-gempa yang terjadi masih menunjukkan dalam batas normal. Gambar 2 menunjukkan statistik kegempaan selama Januari 2012 hingga April 2013.
 
 Gambar 2. Kegempaan G. Merapi Bulan Januari 2012 – April  2013

Data deformasi berdasarkan pengukuran EDM (Electronic Distance Measurement) antara reflektor-reflektor yang terpasang di puncak G. Merapi (R1, R2, R3, dan R4) terhadap titik tetap di Pos Babadan, Pos Kaliurang, Pos Jrakah dan Pos Selo tercatat perubahan jarak antara antara -4 mm sampai dengan +7 mm. Perubahan jarak antara reflektor dan titik pengukuran tersebut belum menunjukkan adanya deformasi, perubahan masih  dikarenakan faktor eksternal, seperti kelembapan udara, tekanan udara, temperatur lingkungan dan faktor koreksi pada alat EDM.

Gambar 3. Hasil pengukuran EDM Pos Kaliurang, Babadan,  dan Selo bulan Januari 2012 –  Maret  2013
Pemantauan deformasi berdasarkan pengukuran menggunakan tiltmeter dari stasiun Pasarbubar, Puncak Merapi mengalami perubahan kemiringan antara 1 sampai dengan 10 mikroradian. Perubahan data tiltmeter belum menunjukkan adanya perubahan kemiringan yang signifikan dan fluktuasi tetapi dalam batas normal. Perubahan deformasi di G. Merapi saat ini masih disebabkan oleh faktor eksternal yaitu temperatur lingkungan. Hasil Pengukuran Tiltmeter digital stasiun Pasarbubar Januari 2012 – April 2013 terlihat pada Gambar 4.
Gambar 4. Hasil Pengukuran Tiltmeter digital stasiun Pasarbubar Januari 2012 – April 2013

Data curah hujan di sekitar Pos Pengamatan G. Merapi (Pos Kaliurang, Pos Ngepos, Pos Babadan, dan Pos Selo) pada Januari 2011 – April 2013 disajikan pada Gambar 6, Intensitas curah hujan tertinggi pada minggu ini sebesar 47 mm/jam selama 95 menit pada tanggal 9 April 2013 terjadi di Pos Ngepos. Gambar 6 menunjukkan curah hujan yang terjadi di setiap Pos G. Merapi.  Data curah hujan di setiap pos pengamatan  pada bulan Januari 2012 – April  2013 terlihat pada Gambar 5.

 

Gambar 6. Curah  hujan di setiap pos pengamatan  pada bulanJanuari 2011 – April  2013

 

Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental status aktivitas G. Merapi berada pada tingkat “Normal”.
III. SARAN
    1. Mengingat curah hujan masih tinggi masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya lahar.
    2. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.

Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Sumber Kantor BPPTK Jl. Cendana 15 Yogyakarta – 55166

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s