AKTIVITAS GUNUNG MERAPI

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI TANGGAL 25 FEBRUARI – 3 MARET 2013


Visual

   Pada minggu ini cuaca di sekitar puncak G. Merapi dominan mendung dan berkabut pada siang, sore dan malam hari. Cuaca cerah terjadi pada pagi hari teramati hanya sesekali saja. Angin bertiup dominan ke arah Timur. Suhu udara berkisar 17-31 0C. Asap solfatara berwarna putih tipis hingga tebal dominan tebal, bertekanan lemah, dengan posisi condong ke Timur. Tinggi asap maksimum 75 m, terjadi pada tanggal 2 Maret 2013 pukul 07:25 WIB teramati dari Pos Ngepos. Berdasarkan survei lapangan pada tanggal 28 Februari 2013 dari Kali Cacaban di lereng barat G. Merapi masih tampak angin kencang di sekitar puncak G. Merapi. Angin kencang terjadi sepanjang hari di sertai oleh uap air.
 Gambar 1.  Kondisi puncak dilihat dari hulu Kali Cacaban di lereng barat G. Merapi, angin kencang masih terjadi di  sekitar puncak pada minggu ini

 
  Pada minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat adanya gempa Guguran sebanyak 8 kali, Tektonik 16 kali dan LHF 2 kali. Berdasarkan intensitas kegempaan, gempa-gempa yang terjadi masih menunjukkan dalam batas normal. Gambar 2 menunjukkan statistik kegempaan selama Januari 2011 hingga Maret 2013.
 
 Gambar 2.  Kegempaan G. Merapi Bulan Januari 2011 – Maret 2013

 Data deformasi berdasarkan pengukuran EDM (Electronic Distance Measurement) menunjukkan belum adanya perubahan jarak yang signifikan antara reflektor-reflektor yang terpasang di puncak G. Merapi (R1, R2, R3, dan R4) terhadap titik tetap di Pos Jrakah, Pos Babadan, Pos Kaliurang, dan Pos Selo (Gambar 3).

 
Gambar 3. Hasil pengukuran EDM Pos Kaliurang, Babadan, Jrakah dan Selo Bulan Juli 2011 –  Maret 2013
  Sedangkan data deformasi dengan pengukuran menggunakan tiltmeter ini juga belum menunjukkan adanya perubahan kemiringan yang signifikan antara alat yang berada di daerah Plawangan (Gambar 4) dan Pasarbubar (Gambar 5)
 
Gambar 4. Hasil Pengukuran Tiltmeter Plawangan Mei 2011 – Maret 2013

Gambar 5. Hasil Pengukuran Tiltmeter stasiun Pasarbubar Mei 2011 – Maret 2013
 Data curah hujan di sekitar Pos Pengamatan G. Merapi (Pos Kaliurang, Pos Ngepos, Pos Babadan, Pos Jrakah dan Pos Selo), menunjukkan curah hujan tertinggi tercatat di Pos Ngepos dengan intensitas sebesar 30 mm/jam selama 65 menit pada tanggal 25 Februari 2013. Gambar 6 menunjukkan curah hujan yang terjadi di setiap Pos G. Merapi.

 

Gambar 6. Curah  hujan di setiap pos pengamatan  pada bulanJanuari 2011 – Maret  2013

 

Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental status aktivitas G. Merapi berada pada tingkat “Normal”.
III. SARAN
    1. Mengingat curah hujan masih tinggi masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya lahar.
    2. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.


Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Sumber Kantor BPPTK Jl. Cendana 15 Yogyakarta – 55166

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s