AKTIVITAS GUNUNG MERAPI

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI TANGGAL 17 – 24 FEBRUARI 2013


Visual

   Pada minggu ini cuaca di sekitar puncak G. Merapi dominan mendung dan berkabut, cuaca cerah terjadi pada siang hari. Angin bertiup ke arah Utara, Timur dan Tenggara, dominan ke arah Timur. Angin kencang terjadi di sekitar puncak dan Pos Selo, namun tidak ada kerusakan yang ditimbulkan. Suhu udara berkisar 17-30 0C. Asap solfatara berwarna putih tipis, sedang, hingga tebal dominan tebal, bertekanan lemah. Tinggi asap maksimum 100 m, terjadi pada tanggal 24 Februari 2013 pukul 12:30 WIB dari Pos Kaliurang. Survei visual dari Deles menunjukkan bahwa morfologi puncak tidak mengalami perubahan yang signifikan (Gambar 1).
 Gambar 1.  Foto Morfologi puncak dilihat dari Deles tanggal 22 Februari 2013

 
  Data kegempaan G. Merapi pada minggu ini tercatat adanya gempa Guguran sebanyak 9 kali, MP 2 kali, Tektonik 15 kali dan Low High Frequency (LHF) 1 kali. Berdasarkan intensitas kegempaan, gempa-gempa yang terjadi masih menunjukkan dalam batas normal. Gambar 2 menunjukkan statistik kegempaan selama Januari 2011 hingga Februari 2013.
 
 Gambar 2.  Kegempaan G. Merapi Bulan Januari 2011 – Februari 2013

 Data deformasi berdasarkan pengukuran EDM (Electronic Distance Measurement) menunjukkan belum adanya perubahan jarak yang signifikan antara reflektor-reflektor yang terpasang di puncak G. Merapi (R1, R2, R3, dan R4) terhadap titik tetap di Pos Babadan, Pos Kaliurang, Poa Jrakah dan Pos Selo (Gambar 3).

 
Gambar 3. Hasil pengukuran EDM Pos Kaliurang, Babadan, Jrakah dan Selo Bulan Juli 2011 –  Februari 2013
   Sedangkan data deformasi dengan pengukuran menggunakan tiltmeter ini juga belum menunjukkan adanya perubahan kemiringan yang signifikan antara alat yang berada di daerah Plawangan (Gambar 4) dan Pasarbubar (Gambar 5)
 
Gambar 4. Hasil Pengukuran Tiltmeter Plawangan Mei 2011 – Februari 2013

Gambar 5. Hasil Pengukuran Tiltmeter stasiun Pasarbubar Mei 2011 – Februari 2013
 Data curah hujan di sekitar Pos Pengamatan G. Merapi (Pos Kaliurang, Pos Ngepos, Pos Babadan, dan Pos Selo)  pada Januari 2011 – Februari 2013 disajikan pada Gambar 6. Intensitas curah hujan tertinggi sebesar 51 mm/jam selama 35 menit terjadi pada tanggal 22 Februari 2013 di Pos Ngepos, namun demikian tidak terjadi aliran lahar.

 

Gambar 6. Curah  hujan di setiap pos pengamatan  pada bulanJanuari 2011 – Februari  2013
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental status aktivitas G. Merapi berada pada tingkat “Normal”.
III. SARAN
    1. Mengingat curah hujan masih tinggi masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya lahar.
    2. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.


Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Sumber kantor BPPTK  Jl. Cendana 15 Yogyakarta – 55166

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s