AKTIVITAS GUNUNG MERAPI

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI TANGGAL 29 OKTOBER – 4 NOVEMBER 2012


Visual

   Hasil pengamatan visual pada minggu ini teramati cuaca cerah di sekitar puncak G. Merapi pada waktu pagi hari, sedangkan siang, sore dan malam hari mendeng dan berkabut. Angin bertiup ke Utara, Timur, Tenggara, Timur Laut, Barat dan Selatan, dominan ke arah Barat. Suhu udara berkisar 17-32 0C. Asap solfatara berwarna putih tipis hingga sedang, bertekanan lemah, dengan posisi codong ke arah Barat. Tinggi asap maksimum 100 m,  terjadi pada tanggal 4 November  2012 pukul 05:15 WIB teramati dari Pos Babadan. Pengamatan visual yang dilakukan dilapangan pada tanggal 3 November 2012, terlihat ujung lidah lava 2010 yang mengalami longsor (Gambar 1).

Gambar 1.  Bukaan kawah dilihar dari Kalitengah Lor, terlihat ujung lidah lava 2010 yg mengalami longsor. Foto diambil tanggal 3 November 2012.
 
   Berdasarkan dari data stasiun seismik di G. Merapi tercatat adanya gempa Guguran 72 kali, MP 77 kali dan Tektonik 8 kali. Berdasarkan intensitas kejadian, gempa-gempa yang terjadi masih menunjukkan dalam normal. Gambar 2 menunjukkan statistik kegempaan selama Januari 2011 hingga November 2012.

Gambar 2.  Kegempaan G. Merapi Bulan Januari 2011 – November 2012
    Data deformasi berdasarkan pengukuran EDM (Electronic Distance Measurement) pada minggu ini menunjukkan belum adanya perubahan jarak yang signifikan antara reflektor-reflektor yang terpasang di puncak G. Merapi (R1, R2, R3, dan R4) terhadap titik tetap di Pos Jrakah, Pos Babadan, Pos Kaliurang, dan Pos Selo (Gambar 3).
 
 
Gambar 3. Hasil pengukuran EDM Pos Kaliurang, Babadan, Jrakah dan Selo Bulan Juli 2011 –  Oktober  2012
  Sedangkan data deformasi dengan pengukuran menggunakan Tilt Meter pada minggu ini juga belum menunjukkan adanya perubahan jarak yang signifikan antara alat yang berada di daerah Pasar Bubar (Gambar 4) dan Pasar Klatakan (Gambar  5).
Gambar 4. Hasil Pengukuran Tiltmeter Pasar Bubar Oktober 2011 – November 2012
Gambar 5. Hasil Pengukuran Tiltmeter Klatakan Oktober 2011 – November  2012
    Berdasarkan data curah hujan disekitar Pos Pengamatan G. Merapi (Pos Kaliurang, Pos Ngepos, Pos Babadan, Pos Jrakah dan Pos Selo), pada minggu ini curah hujan tertinggi terjadi di puncak G. Merapi (Terukur di stasiun Pasarbubar) dengan intensitas curah hujan sebesar 83 mm/jam selama 50 menit pada tanggal 3 November 2012. Walaupun curah hujan tertinggi terjadi didaerrah puncak, namun pada tanggal tersebut tidak terjadi lahar. Gambar 6 menunjukkan curah hujan di setiap pos pengamatan pada Januari 2010 – November  2012.
 Gambar 6. Curah  hujan di setiap pos pengamatan  pada bulan Januari 2010 – November  2012

 

Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental status aktivitas G. Merapi berada pada tingkat “Normal”.
III. SARAN
    1. Mengingat minggu ini sudah mulai memasuki musim hujan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya lahar.
    2. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.

Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Sumber Kantor BPPTK  Jl. Cendana 15 Yogyakarta – 55166

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s