Wargaku Masih Trauma Erupsi Merapi 2010

Dok.Timlo.net/ Nanin
Warga Lereng Gunung Merapi di Boyolali

Wong Selo — Dua tahun pasca erupsi Merapi, masyarakat di lereng gunung tersebut masih mengaku trauma. Mereka was-was dan khawatir bila Merapi kembali meletus. Meski demikian, masyarakat menolak bila diminta pindah dan direlokasi ke tempat yang aman.

Salah satu warga Samiran, Selo, Boyolali, Sugi, yang rumahnya hanya berjarak 4,6 kilometer dari puncak Merapi, mengaku enggan untuk pindah ke lokasi yang aman. Pasalnya, ditempatnya sekarang dimana dia mencari makan. Sugi khawatir bila dilokasi baru dirinya tidak bisa mencari nafkah.

“Ya masih trauma, tapi bagaimana lagi, di sinilah saya dilahirkan dan mencari nafkah,dalam hati masih khawatir juga kalau-kalau terjadi letusan lagi seperti kemarin itu,” papar Sugi ditemui di rumahnya, Jumat (26/10).

Meski penghidupan sudah mulai membaik, namun masyarakat mengaku khawatir bila usahanya tersebut akan hancur karena letusan Merapi. Salah satu warga, Wagiman, mengakui kehidupan perekonomian warga sudah membaik, namun warga masih dihantui kekhawatiran sehingga usaha yang dilakukan tidak maksimal.

“Masih 50:50 untuk ekonomi, kita inginya bisa kembali normal seperti sebelum erupsi,” ungkap Wagiman.

Erupsi Merapi 2010 lalu memang menyisakan duka bagi masyarakat di Lereng Gunung Merapi atau tepatnya di Kecamatan Selo, Boyolali. Dampak dari letusan tersebut, masyarakat yang notebene adalah petani harus kehilangan penghasilan. Karena ladang mereka hancur dan tidak bisa ditanami akibat abu Merapi. Membutuhkan waktu satu tahunan untuk menghidupkan kembali perekonomian warga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s