AKTIVITAS GUNUNG MERAPI

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI TANGGAL 13 – 19 AGUSTUS 2012


Visual

Hasil pengamatan visual dapat disimpulkan pada minggu ini cuaca cerah di sekitrar puncak G. Merapi terjadi pada waktu pagi hingga menjelang siang hari, sedangkan siang dan sore cuaca cerah terjadi hanya sesaat. Angin bertiup dominan ke arah Barat. Suhu udara di sekitar G. Merapi berkisar 10-32 0C. Asap solfatara berwarna putih tipis, sedang hingga tebal, bertekanan lemah, dengan posisi condong ke arah Barat Daya. Tinggi asap maksimum 400 m, terjadi pada tanggal 19 Agustus 2012 pukul 09:40 WIB teramati dari Pos Babadan.
 Gambar 1. Kondisi morfologi G. Merapi dimana terdapat banyak material lepas diamati dari sektor barat di Pos PGM Babadan, foto tanggal 15 Agustus 2012
 
Berdasarkan dari data stasiun seismik di G. Merapi tercatat adanya gempa Guguran 61 kali, gempa MP 32 kali, gempa Tektonik 11 kali dan gempa Hembusan 8 kali. Pada tanggal 15 Agustus 2012 pukul 23:37 WIB Pos Babadan mencatat terjadi guguran dari arah G. Merapi dan tampak masuk ke K. Senowo dengan jarak luncur 800 m. Jumlah gempa-gempa tersebut berfluktuasi tetapi masih dalam batas normal. Gambar 2. menunjukkan data kegempaan selama Januari 2011 hingga Agustus 2012.
 
Gambar 2. Data kegempaan bulan Januari 2011 – Juli 2012
 
Data deformasi berdasarkan pengukuran EDM (Electronic Distance Measurement) pada minggu ini menunjukkan belum adanya perubahan jarak yang signifikan antara reflektor-reflektor yang terpasang di puncak G. Merapi (R1, R2, R3, dan R4) terhadap titik tetap di Pos Jrakah, Pos Babadan, Pos Kaliurang, dan Pos Selo (Gambar 3).
 
 
Gambar 3. Hasil pengukuran EDM Pos Kaliurang, Babadan, Jrakah dan Selo Bulan Juli 2011 – Juli 2012
Berdasarkan data curah hujan disekitar Pos Pengamatan G. Merapi (Pos Kaliurang, Pos Ngepos, Pos Babadan, Pos Jrakah dan Pos Selo), pada minggu ini tidak terjadi hujan. Gambar 4 menunjukkan curah hujan di setiap pos pengamatan  G. Merapi.
 
Gambar 4. Curah hujan di setiap pos pengamatan  pada bulan Januari 2010 – Agustus 2012
II. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental status aktivitas G. Merapi berada pada tingkat “Normal / Level I”.
III. SARAN
    1. Dengan masih sering terjadinya guguran berasal dari material-material lepas yang berada di lereng G. Merapi maka masyarakat diharapkan berhati-hati bila melakukan pendakian ke G. Merapi.
    2. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.


Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Sumber BPPTK Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s