AKTIVITAS GUNUNG MERAPI 9 – 15 Juli 2012

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI TANGGAL 9 – 15 Juli 2012

Visual

Pada minggu ini pengamatan visual menunjukan cuaca cerah di sekitrar puncak G. Merapi terjadi pada waktu pagi hingga siang hari, sedangkan sore dan malam hari tertutup kabut. Angin bertiup dari segala arah namun dominan ke arah Barat dan Barat Daya. Suhu udara di sekitar G. Merapi berkisar 12-29 0C. Asap solfatara berwarna putih tipis, sedang hingga tebal, bertekanan lemah, dengan posisi condong ke arah Barat. Tinggi asap maksimum 1.000 m, terjadi pada tanggal 15 Juli 2012 pukul 18:04 WIB teramati dari Pos Selo.
Tanggal 15 Juli 2012 pada pukul 18:01 WIB terjadi guguran besar. Suara guguran terdengar keras dari Pos Babadan pada pukul 18:02 – 18:04 WIB. Pada pukul 18:04 – 18:45 WIB terjadi hujan abu tipis di sektor barat G. Merapi antara lain di Ngargosoko, Candi, Krinjing dan Jurangjero (Srumbung) dan sekitarnya di wilayah Kabupaten Magelang. Gambar 1 menunjukkan kolom asap setinggi 1.000 m pada pukul 18:00 – 18:16 WIB. Sedangkan kronologi aktivitas G. Merapi tanggal 15 Juli 2012 sebagai berikut :
• Pada pukul 08:00 – 10:00 WIB, gempa hembusan tercatat 15 kali.
• Pada pukul 17:42 WIB, Gempa Vulkanik dangkal (VB) tercatat 1 kali.
• Pada pukul 18:01 WIB, terjadi guguran.
• Pada pukul 18:02 – 18:04 WIB, suara guguran terdengar keras dari Pos Babadan dan sekitarnya.
• Pada pukul 18:04 – 18:45 WIB, terjadi hujan abu di sektor barat G. Merapi (Kabupaten Magelang)
• Pada pukul 18:00 – 18:16 WIB, hembusan dengan kolom asap setinggi 1.000 m condong ke barat teramati dari Pos Selo.
• Pada pukul 18:43 – 19:56 WIB, Tercatat gempa (low Hight Frequency) LHF 9 kali.
• Pada pukul 18:56 – 24:00 WIB, tercatat gempa MP 1 kali.
Seismik

Pada minggu ini, data stasiun seismik di G. Merapi tercatat adanya gempa Guguran 12 kali, gempa MP 9 kali, gempa VB 2 kali, gempa LHF 10, gempa Hembusan 16 kali dan gempa Tektonik 10 kali. Tanggal 15 Juli 2012, gempa VB terjadi pada pukul 17:43 WIB, diikuti oleh gempa guguran yang besar dan terjadinya hembusan menerus dari pukul 18:00 – 18:16 WIB membentuk kolom asap setinggi 1.000 m (Gambar 2). Jumlah gempa-gempa tersebut berfluktuasi tetapi masih dalam batas normal. Gambar 3. menunjukkan statistik kegempaan selama Januari 2011 hingga Juli 2012.
Data deformasi berdasarkan pengukuran EDM (Electronic Distance Measurement) pada minggu ini menunjukkan belum adanya perubahan jarak yang signifikan antara reflektor-reflektor yang terpasang di puncak G. Merapi (R1, R2, R3, dan R4) terhadap titik tetap di Pos Jrakah, Pos Babadan, Pos Kaliurang,dan Pos Selo (Gambar 4).

Berdasarkan data curah hujan disekitar Pos Pengamatan G. Merapi (Pos Kaliurang, Pos Ngepos, Pos Babadan, Pos Jrakah dan Pos Selo), pada minggu ini tidak terjadi hujan. Gambar 5 menunjukkan curah hujan di setiap pos pengamatan G. Merapi.
II. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengamatan, aktivitas G. Merapi berada dalam kondisi normal. Sehingga statusnya dinyatakan dalam tingkat “Normal / Level I”.

III. SARAN

1. Dengan masih sering terjadinya guguran berasal dari material-material lepas yang berada di lereng G. Merapi maka masyarakat diharapkan berhati-hati bila melakukan pendakian ke G. Merapi.
2. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.

Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Sumber BPPTK Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s