LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI TANGGAL 2 – 8 Juli 2012

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI TANGGAL 2 – 8 Juli 2012


Visual

Berdasarkan hasil pengamatan visual dapat disimpulkan pada minggu ini cuaca cerah di sekitrar puncak G. Merapi terjadi pada waktu pagi hingga menjelang siang hari, sedangkan sore dan malam hari tertutup kabut tipis. Angin bertiup dari arah Barat, Timur Laut, Timur, Selatan, Barat Daya, namun dominan ke arah Barat. Suhu udara di sekitar G. Merapi berkisar 11-30 0C. Asap solfatara berwarna putih tipis, sedang hingga tebal, bertekanan lemah, dengan posisi condong ke arah Barat. Tinggi asap maksimum 300 m, terjadi pada tanggal 2 Juli 2012 pukul 07:25 WIB teramati dari Pos Kaliurang. Gambar 1 menunjukan morfologi puncak G. Merapi teramati dari Pos Kaliurang dimana puncak belum mengalami perubahan.
Gambar 1. Morfologi puncak G. Merapi dari Pos PGM Kaliurang pada tanggal  2 Juli 2012
Berdasarkan dari data stasiun seismik di G. Merapi tercatat adanya gempa Guguran 21 kali, gempa MP 21 kali, gempa VB 1 kali dan gempa Tektonik 10 kali. Pada tanggal 6 Juli 2012 terdengar suara guguran dari arah kanan G. Merapi dan tampak masuk ke K. Lamat dan K. Sat. Jumlah gempa-gempa tersebut berfluktuasi tetapi masih dalam batas normal. Gambar 2. menunjukkan statistik kegempaan selama Januari 2011 hingga Juli 2012.

 

Gambar 2. Statistik kegempaan bulan Januari 2011 – Juli 2012
Data deformasi berdasarkan pengukuran EDM (Electronic Distance Measurement) pada minggu ini menunjukkan belum adanya perubahan jarak yang signifikan antara reflektor-reflektor yang terpasang di puncak G. Merapi (R1, R2, R3, dan R4) terhadap titik tetap di Pos Jrakah, Pos Babadan, Pos Kaliurang,dan Pos Selo (Gambar 3).
Gambar 3. Hasil pengukuran EDM Pos Kaliurang, Babadan, Jrakah dan Selo bulan Juli 2011 – Juli 2012
Berdasarkan data curah hujan disekitar Pos Pengamatan G. Merapi (Pos Kaliurang, Pos Ngepos, Pos Babadan, Pos Jrakah dan Pos Selo), pada minggu ini terjadi hujan yang sangat sedikit di Pos Kaliurang, sebesar 1 mm dengan durasi 35 menit. Gambar 4 menunjukkan curah hujan di setiap pos pengamatan  G. Merapi.
Gambar 4. Curah hujan di setiap pos pengamatan  pada bulan Januari 2010 – Juni 2012
 
II. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan, aktivitas G. Merapi berada dalam kondisi normal. Sehingga statusnya dinyatakan dalam tingkat Normal / Level I.
III. SARAN
    1. Dengan masih sering terjadinya guguran berasal dari material-material lepas yang berada di lereng G. Merapi maka masyarakat diharapkan berhati-hati bila melakukan pendakian ke G. Merapi.
    2. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.

Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.
Sumber BPPTK Yogyakarta