LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI TANGGAL 18 – 24 Juni 2012

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI TANGGAL 18 – 24 Juni 2012


Visual

Secara visual, pada pagi dan siang hari puncak G. Merapi cerah, sedangkan pada sore dan malam hari umumnya tertutup kabut. Angin bertiup dari arah Selatan, Timur dan Barat, namun dominan kearah Selatan. Suhu udara di sekitar G. Merapi berkisar 14-32 0C. Asap solfatara berwarna putih tipis, sedang hingga tebal, bertekanan lemah, dengan posisi tegak. Tinggi asap maksimum 500 m, terjadi pada tanggal 21 Juni 2012 pukul 08:15 WIB teramati dari Pos Kaliurang. Gambar 1 menunjukan morfologi puncak G. Merapi teramati bahwa puncak belum mengalami perubahan.
Gambar 1.  Morfologi puncak G. Merapi dari CCTV-Kali Bebeng pada tanggal 24 Juni 2012
 

Pada minggu ini, berdasarkan stasiun data seismik tercatat adanya gempa Guguran 15 kali, Gempa MP 10 kali, gempa LHF 2 kali dan gempa Tektonik 7 kali. Jumlah gempa-gempa tersebut berfluktuasi tetapi masih dalam batas normal. Gambar 2. menunjukkan statistik kegempaan selama Januari 2011 hingga Juni 2012. 

 

Gambar 2. Statistik kegempaan bulan Januari 2011 – Juni 2012
Data deformasi berdasarkan pengukuran EDM (Electronic Distance Measurement) pada minggu ini menunjukkan belum adanya perubahan jarak yang signifikan antara reflektor-reflektor yang terpasang di puncak G. Merapi (R1, R2, R3, dan R4) terhadap titik tetap di Pos Jrakah, Pos Babadan, Pos Kaliurang,dan Pos Selo (Gambar 3).
Gambar 3. Hasil pengukuran EDM Pos Kaliurang, Babadan, Jrakah dan Selo bulan Juli 2011 – Juni 2012
Data deformasi berdasarkan pengukuran EDM (Electronic Distance Measurement) pada minggu ini menunjukkan belum adanya perubahan jarak yang signifikan antara reflektor-reflektor yang terpasang di puncak G. Merapi (R1, R2, R3, dan R4) terhadap titik tetap di Pos Jrakah, Pos Babadan, Pos Kaliurang,dan Pos Selo (Gambar 3).

Gambar 4. Curah hujan di setiap pos pengamatan  pada bulan Januari 2010 – Juni 2012
 
II. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan, aktivitas G. Merapi berada dalam kondisi normal. Sehingga statusnya dinyatakan dalam tingkat Normal / Level I.
III. SARAN
    1. Dengan masih sering terjadinya guguran berasal dari material-material lepas yang berada di lereng G. Merapi maka masyarakat diharapkan berhati-hati bila melakukan pendakian ke G. Merapi.
    2. Mengingat hujan masih terjadi masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya lahar.
    3. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.
Sumber BPPTK Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s