LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI TANGGAL 28 Mei – 3 Juni 2012

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI TANGGAL 28 Mei – 3 Juni 2012


Visual

Cuaca cerah di puncak G. Merapi terjadi pada pagi hari, pada sore, siang dan malam hari umumnya tertutup kabut cukup tebal. Angin bertiup ke Barat, Tenggara dan Selatan, namun dominan ke arah Timur. Suhu udara di sekitar G. Merapi berkisar 15-31 0C. Asap solfatara berwarna putih tipis, sedang hingga tebal, bertekanan lemah, dengan posisi condong ke arah selatan. Tinggi asap maksimum 50 m, terjadi pada tanggal 28 Mei 2012 pukul 17:00 WIB teramati dari Pos Babadan. Gambar 1 menunjukan morfologi puncak G. Merapi diambil dari Pos Babadan (sektor Barat) pada tanggal 28 Mei 2012. Morfologi sektor Barat G. Merapi  belum menunjukkan perubahan morfologi yang signifikan, hanya proses alterasi yang terjadi di Lava 1948.
Gambar 1. Morfologi puncak  G. Merapi dari Babadan
 

Kegempaan pada minggu ini tercatat adanya gempa Guguran 7 kali, Gempa MP 21 kali dan gempa Tektonik 5 kali. Jumlah gempa-gempa tersebut berfluktuasi tetapi masih dalam batas normal. Gambar 2. menunjukkan statistik kegempaan selama Januari 2011 hingga Mei 2012. 

 

Gambar 2. Seismik bulan Januari 2011 – Mei 2012
Hasil pengukuran deformasi menggunakan EDM (Electronic Distance Measurement) pada minggu ini menunjukkan belum adanya perubahan jarak yang signifikan antara reflektor-reflektor yang terpasang di puncak G. Merapi (R1, R2, R3, dan R4) terhadap titik tetap di Pos Jrakah, Pos Babadan, Pos Kaliurang,dan Pos Selo (Gambar 3)
Gambar 3.Hasil pengukuran EDM Pos Kaliurang, Babadan, Jrakah dan Selo bulan Juli 2011 – Juni 2012
Curah hujan di sekitar G. Merapi cenderung menurun di bandingkan minggu sebelumnya, minggu ini mengawali masuknya musim kemarau. Intensitas curah hujan tertinggi (CHT) hanya tercatat sebesar 12 mm/jam, selama 30 menit, di Pos Jrakah pada tanggal 28  Mei  2012.  Gambar  4  menunjukkan  curah  hujan  di  setiap  pos  pengamatan  G.Merapi

Gambar 4. Curah hujan di setiap pos pengamatan  pada bulan Januari 2010 – Juni 2012
 
II. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan, aktivitas G. Merapi berada dalam kondisi normal. Sehingga statusnya dinyatakan dalam tingkat Normal / Level I.
III. SARAN
    1. Dengan masih sering terjadinya guguran berasal dari material-material lepas yang berada di lereng G. Merapi maka masyarakat diharapkan berhati-hati bila melakukan pendakian ke G. Merapi.
    2. Mengingat hujan masih terjadi masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya lahar.
    3. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.

Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.
Sumber BPPTK Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s