LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI TANGGAL 20 – 26 FEBRUARI 2012

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI TANGGAL20– 26 FEBRUARI 2012


Visual

 Cuaca cerah di puncak G. Merapi terjadi pada pagi hari, sedangkan sore dan malam hari umumnya hujan. Angin bertiup ke segala arah (utara, selatan, barat dan timur), namun dominan ke arah barat. Suhu udara di sekitar G.Merapiberkisar 16-290C. Asap solfatara berwarna putih tipishingga tebal, bertekanan lemah,dengan posisi condong kearah timur.Tinggi asap maksimum 300 m, terjadi pada tanggal24 Februari 2012 pukul06:00WIB teramati dari Pos Ngepos. Pengamatan visual di puncak Merapi, guguran kubah lava 2010 skala kecil tertampung di dalam kawah bagian selatan dan barat. Suhu solfatara di dalam kawah terukur maksimum 5720C (Gambar 1). Di kawah sisi barat teramati bekas freatik kecil (Gambar 1.2).

Gambar 1.1 Keadaan morfologi puncak pada tanggal 14 Juli 2011
Gambar 1.2Keadaan morfologi puncak pada tanggal 22 Februari 2012
 

Kegempaan  VB dan MP pada minggu ini mengalami penurunan yang signifikan.Gempa VB tercatat sebanyak 3 kali dan MP 97 kali,sedangkan gempa tektonik tercatat sebesar 18  kali.


Gambar 2 menunjukkan statistik kegempaan selama 1 Januari 2011 hingga 26 Februari 2012.


Kegempaan  VB dan MP pada minggu ini mengalami penurunan yang signifikan.Gempa VB tercatat sebanyak 3 kali dan MP 97 kali,sedangkan gempa tektonik tercatat sebesar 18  kali. Gambar 2 menunjukkan statistik kegempaan selama 1 Januari 2011 hingga 26 Februari 2012.

Gambar 3. Grafik pengukuran EDM Pos Kaliurang  tanggal 1 Januari 2011 – 26 Februari 2012
Hujan masih terjadi dengan intensitas curah hujan tertinggi 55 mm/jam, selama 140 menit, tercatat  di Pos Ngepos pada tanggal 25 Februari 2012. Tanggal 20 Februari pukul 13:45 WIB Pos Kaliurang melaporkan penambahan aliran kategori sedang di K. Boyong. Pada tanggal 25 Februari 2012 Pos Ngepos melaporkan terjadi penambahan aliran sedang di K. Batang, K. Krasak dan K. Putih. Sedangkan di tanggal yang sama Pos Babadan melaporkan pada pukul 16:30 WIB terjadi banjir di K. Apu, K. Trising dan K. Senowo dengan ketinggian banjir 2-3 meter, lebar 20 meter menyebabkan Jalan Yogyakarta-Magelang ditutup.
 

Gambar 4. Curah hujan di setiap Pos Pengamatan  pada tanggal 1 Januari 2010  – 26Februari 2012

II. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan, aktivitas G. Merapi berada dalam kondisi normal. Sehingga statusnya dinyatakan dalam tingkat Normal / Level I.
III. SARAN
    1. Dengan masih sering terjadinya guguran berasal dari material-material lepas yang berada di lereng G. Merapi maka masyarakat diharapkan berhati-hati bila melakukan pendakian ke G. Merapi.
    2. Mengingat curah hujan semakin meningkat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya lahar.
    3. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.


Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s