LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI TANGGAL 06 – 12 FEBRUARI 2012

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI TANGGAL 06 – 12 FEBRUARI 2012 


Visual

Cuaca cerah di puncak G. Merapi terjadi pada pagi hari,  sedangkan siang hari  hingga malam hari berkabut dan mendung. Angin di sekitar puncak pada umumnya bertiup ke arah timur. Suhu udara di sekitar G. Merapi berkisar 14-29 0C. Asap solfatara berwarna putih tipis hingga tebal, bertekanan lemah, dengan posisi condong ke arah timur. Tinggi asap maksimum 500 m, terjadi pada tanggal 11 Februari  2012 pukul 05:45 WIB teramati dari Pos Kaliurang. 
 
Kegempaan pada minggu ini umumnya  mengalami kenaikan. Gempa VB tercatat sebanyak 19 kali dan MP 178 kali, sedangkan gempa tektonik tercatat sebesar 11 kali, menjadi 4 kali di minggu ini. Kenaikan gempa vulkanik dangkal dan MP masih dalam batas normal dan tidak diikuti oleh peningkatan aktivitas vulkanik yang lain. Gambar 2 menunjukkan statistik kegempaan selama 1 Januari 2011 hingga 6 Februari 2012.

Gambar 1. Grafik seismik per minggu mulai 1 Januari 2011 hingga 12 Februari 2012
Hasil pengukuran deformasi menggunakan EDM (Electronic Distance Measurement) pada minggu ini menunjukkan belum adanya perubahan jarak yang signifikan antara reflektor-reflektor yang terpasang di puncak G. Merapi (R1, R2, R3, dan R4) terhadap titik tetap di Pos Jrakah, Pos Babadan, Pos Kaliurang, dan Pos Selo.

Gambar 2. Grafik pengukuran EDM Pos Kaliurang  tanggal 1 Januari 2011 – 12 Februari 2012
Pada minggu ini terjadi hujan dengan intensitas curah hujan tertinggi 33 mm/jam, selama 45  menit, tercatat  di Pos Kaliurang  pada tanggal 12 Februari  2012. Kejadian hujan meningkat dibanding Minggu lalu, tetapi tidak terjadi banjir lahar, hanya penambahan volume aliran saja.
 
 
Gambar 3. Curah hujan di setiap Pos Pengamatan  pada tanggal  1 Januari 2010  –  12 Februari 2012
II. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan, aktivitas G. Merapi berada dalam kondisi normal. Sehingga statusnya dinyatakan dalam tingkat Normal / Level I.
III. SARAN
    1. Dengan masih sering terjadinya guguran berasal dari material-material lepas yang berada di lereng G. Merapi maka masyarakat diharapkan berhati-hati bila melakukan pendakian ke G. Merapi.
    2. Mengingat curah hujan semakin meningkat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya lahar.
    3. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.

Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.
sumber : http//merapi.bgl.esdm.go.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s