BIOGAS, Energi alternatif petani di lereng merapi

Hampir bisa dipastikan bahwa kebanyakan rumah tangga di Indonesia kebingungan dengan program konversi minyak tanah ke gas. Karena memang selama ini minyak tanah sudah menjadi teman setia untuk masak memasak di dapur dan juga kegiatan yang lainnya. Banyak pendapat mengatakan bahwa gas selain harganya yang mahal juga tidak cukup membuat masyarakat yakin akan keamanannya. Apalagi kalau melihat proses pengadaan tabung gas ukuran 3 Kg yang rencana akan dibagikan kepada masyarakat terkesan buru buru karena harus memproduksi yang sangat banyak, maka tak salah jika ada kekhawatiran jangan jangan tabungnya dibikin alakadarnya.

Tetapi belum juga masyarakat dalam kebingungan karena minyak tanah yang semakin mengurang pasokannya, ternyata gas yang dipersiapkan untuk menggantikannya juga mulai susah di dapat. Di beberapa pangkalan di kots susu boyolali misalnya, banyak pembeli gas yang tidak bisa mendapatkan gas karena belum adanya pasokan.

Wah memang pusing ya mas jadi rakyat itu? Kata pak mitro, petani di lereng merapi kepada reporter mmc fm. Menurut pak mitro bahwa dulu sebenarnya tidak pernah memakai minyak tanah, untuk keperluan dapur menggunakan kayu bakar. Tetapi perlahan lahan kemudian beralih ke minyak tanah karena selain praktis waktu itu harganya masih murah.

Nah, menariknya dilereng merapi ini beberapa keluarga sudah tidak takut dan khawatir dengan konversi minyak ke gas ataupun gas yang susah dibeli lagi mahal ini. Beberapa keluarga tani yang juga menjadi anggota HTM (Himpunan Tani Makmur) Boyolali ini ternyata sudah sejak tahun 1991 mengembangkan biogas dari kotoran sapi. Atas dukungan dari sebuah LSM dari surakarta yakni LPTP (Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan), banyak petani yang difasilitasi untuk mengembangkan biogas. Energi ini kemudian digunakan oleh petani untuk memasak dan penerangan dengan Lampu petromaks. Dengan demikian uang yang seharusnya untuk beli minyak tanah ataupun gas bisa digunakan untuk kebutuhan yang lain. Cuma sayangnya untuk membuat biogas membutuhkan modal dana yang agak besar, sehingga teknologi ini belum banyak diminati oleh masyarakat luas. Kalau saja pemerintah mau memfasilitasi agar petani dapat membuat biogas, pasti persoalan minyak tanah ataupun gas akan semakin bisa teratasi. (nrd-mmc)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s